Sumatera Utara

Berhenti Jadi Pegawai Bank, Rizaldi Beralih ke Bisnis Sambal Teri Mamak Mertoea

baguskali.com

Medan, Rakhmat Rizaldi warga Jalan Jala 20 Komplek Jala Residence 3e Platina Raya Medan Marelan berani mengambil langkah yang mungkin sebagian orang sangat berat melakukannya.

Memilih meninggalkan pekerjaan yang diidam-idamkan hampir semua orang yaitu bekerja di salah satu bank berplat merah adalah hal yang tidak mudah dan tak terbayangkan.

Namun, Rakhmad Rizaldi, lelaki muda yang sudah memiliki 2 orang anak ini berani memilih langkah tersebut dan beralih menjalankan bisnis sambal teri Medan Mamak Moertoea.

“Saya memulai bisnis ini awalnya dari hobi memasak dan kegelisahan dalam dunia kerja. Hal inilah mendorong saya untuk hijrah dari salah satu bank plat merah nasional,” jelasnya.

Rizaldi mengaku mengapa memilih teri Medan karena merupakan makanan khas yang identik dengan ibukota provinsi Sumut. Kemudian bisnis yang dimulai pada bulan September 2018 ini dikembangkan dan diinovasikan dengan mengkombinasikan teri dengan bumbu khas Sumatera seperti kincung atau combrang, asam cekala dan serai.

“Animo pembeli alhamdulillah baik karena kita mempunyai varian teri yang unik memadukan bumbu khas Sumatera dengan gurihnya teri Medan,” paparnya lagi.

Namun diakuinya ia terkendala ruang lingkup pemasaran yan masih terbatas mengingat ia membangun image brand dari nol. Dan olahan teri ini sebelumnya hanya dipasarkan di kalangan sendiri, keluarga dan temannya.

“Dalam sehari pesanan masih berkisar 3 sampai 5 pieces,” akunya.

Kemudian, untuk memasarkan produknya lebih luas, Rizaldi kemudian memanfaatkan promosi lewat media sosial (medsos). Iapun merasakan ada perubahan pola penjualan dimana awalnya kalangan keluarga dan teman dengan medsos sudah menjaring kalangan di luar itu, walaupun jumlah orderan belum meningkat secara signifikan.

“Saya yakin dengan menekuni bisnis sambal teri ni saya bisa berbagi dengan orang lain dan membuka peluang lapangan kerja,” katanya.

Rizaldi mengaku harga olahan teri miliknya tidak mahal hanya Rp35 ribu sudah bisa mengundang selera makan. Pastinya sehat karena tidak mengunakan penguat rasa dan pengawet.

Kini, olahan teri ini dapat ditemui di Sentra UMK, Jalan Sei Serayu Medan.

Komentar Anda

Most Popular

To Top