All for Joomla All for Webmasters
Bisnis

Mahasiswa USU Sulap Limbah Kaca Menjadi Bernilai & Berharga

baguskali.com

Sampah merupakan masalah yang cukup besar di Indonesia. Setiap hari masyarakat menyumbang 220 liter sampah. Selain sampah plastik tidak dapat terurai, sampah kaca lebih tidak dapat terurai. Dan ini menjadi momok yang menakutkan bagi kita dan alam. Perindividu masyarakat menyumbang sekitar 5,4 liter sampah kaca. Sampah kaca dapat terdiri dari botol bekas, sampah kaca gelas dan piring, serta kaca lainnya yang tidak dapat diolah kembali oleh masyarakat atau pemerintah.

Melihat problematika ini, mahasiswa-mahasiswi jurusan Biologi Fakultas MIPA Universitas Sumatera Utara membuat sebuah inovasi menghias botol bekas dengan teknik Decoupage dan menghasilkan produk “Gabocovue” (Glass Bottle Cover with Tissue).

“Kami mengcover botol dan gelas kaca menjadi barang-barang pajangan rumah tangga yang unik dan indah serta dapat digunakan ibu-ibu rumah tangga kembali”, kata Mahdiyyah Ardhina, salah satu mahasiswi pembuat Gabocovue.

“Produk ini kami jual dari harga 30 ribu sampai 100 ribu rupiah, tergantung tingkat kesulitan dan uniknya. Ide ini kami dapat dari dosen kami ibu Liana Dwi Sri Hastuti, M.Si, Ph.D. Teknik Decoupage ini merupakan teknik kerajinan dari Eropa, sedangkan di Indonesia masih sedikit orang melakukannya. Dan untuk di Sumatra Utara khususnya kota Medan baru kami lah yang mempeloporinya dengan nama produk Gabocovue”, katanya.

“Alat dan bahan yang kita butuhkan untuk membuat produk ini yakni Kuas, Gunting, Hairdryer, Spon Bahan, Botol Kaca Bekas, Tisu Napkin (tisu khusus), Lem, Pernis, aksesoris. Sedangkan cara kerjanya yaitu pertama membersihkan botol kaca bekas hingga bersih, kedua mencat botol dengan menggunakan cat akrilik sesuai pilihan warna yg diinginkan. Ketiga mengeringkannya dengan menggunakan Hairdryer. Keempat Menempelkan tissu Napkin dengan mengguankan lem sesuai motif yang diinginkan. Kelima Melapisi dengan pernis agar cat tahan lama dan berkilau. Keenam memberikan aksesoris sesuai keinginan, dan ketujuh produk siap dikemas dan dipasarkan”, jelas mahasiswi yang baru saja pulang dari Pekan Kreativitas Mahasiswa nasional 2018 yang lalu.

Liana Dwi Sri Hastuti, M.Si, Ph.D., saat ditemui di event Pekan Inovasi Sumatera Utara 2018 di lapangan Benteng Medan, Rabu (14/11/2018), menjelaskan bahwa produk ini mendukung terciptanya lapangan pekerjaan dan menjadi wadah untuk mengembangkan kemampuan dan kreativitas masyarakat.

Bu Liana menuturkan, “Sampah adalah masalah besar, oleh karena itu kami mencoba menekan jumlah sampah terutama botol kaca dengan mengangkat botol botol bekas ini menjadi barang yang berguna dan mempunyai harga jual”.

“Selain dengan botol, gelas, atau wadah kaca, teknik Decoupage dapat juga dilakukan kepada kayu atau barang lainnya seperti tas pandan dan telenan. Tas dengan harga yang murah kemudian di buat kreativitas dengan teknik decoupage akan mempunyai nilai estitika dan berdaya jual tinggi” katanya Dosen Biologi USU ini.

“Saya ingin mahasiswa ini berkreativitas dan mempunyai jiwa enterpreneur. Semoga dengan kreativitas ini mahasiswa dapat mandiri dan dari hasil yang didapat, serta mahasiswa mampu memenuhi kebutuhannya sehari-hari”, terangnya kembali.

Usaha Kreatif Hand Craft Gabocovue yang berdiri pada Januari 2018 ini beralamat jalan Bunga Teratai Gg. Citra Tratai No 1 Pasar 2 Padang Bulan Medan dan dipelopori Devi Rahmayani Syahfitri, Zumi Sabrina Berutu, Mahdiyyah Ardhina, Febri Ramadhani, Ulfa Mawaddah, serta bu Dosen Liana Dwi Sri Hastuti, M.Si.,Ph.D.

Komentar Anda

Most Popular

To Top