All for Joomla All for Webmasters
Sumatera Utara

PPM POLMED Bantu Usaha Mikro Kecil dan Menengah

baguskali.com

Di era teknologi informasi seperti sekarang ini, UMKM dapat memanfaatkan sentuhan teknologi digital dari segala aspek. Salah satunya industri kerajinan yang memanfaatkan barang-barang sisa atau tidak terpakai menjadi produk-produk yang sangat kreatif dan inovatif. Sebuah industri kecil bernama Woodcraft yang bergerak dibidang pengelolaan kayu-kayu hasil sisa ekspor diubah menjadi berbagai perabotan rumah tangga yang memiliki nilai ekonomi.

Hal ini dikatakan Dr. Arridina Susan Silitonga, S.T., M.Eng., didampingi Anriza witi Nasution, S.E.ak. M.Si. AK., Zulham, S.T.M.Komp., yang tergabung dalam Tim Pengabdian pada Masyarakat (PPM) dari Politeknik Negeri Medan (POLMED) saat meninjau langsung industri kecil yang dikelola oleh bapak Elmansyah.

Dr. Arridina mengatakan, “Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam perekonomian masyarakat Indonesia. Pemerintah Indonesia pun memandang penting keberadaan para pelaku UMKM. Buktinya, UMKM bersama dengan Koperasi memiliki wadah secara khusus di bawah Kementerian Koperasi dan UKM”.

“Elmansyah sebagai salah satu contoh adalah pemilik usaha Woodcraft yang mengelola barang tidak terpakai menjadi berbagai macam karya kerajinan yang menakjubkan dan memiliki nilai seni yang tinggi dan elok dipandang selama ±20 tahun. Elmansyah menjalani profesi sebagai pertukangan kayu melalui otodidak yang bisa menghasilkan karya inovasi untuk menjadikan produk bernilai ekonomi dimana hasil dari sanggar seninya itu telah membuka lapangan pekerjaan”.

Elmansyah yang ditemui Tim Pengabdian pada Masyarakat (PPM) dari Politeknik Negeri Medan (POLMED) (13/10) di Medan mengatakan profesi yang dijalaninya sekarang akan mengembangkan hasil karya ke arah yang lebih baik yaitu mebel atau perabotan rumah tangga.

deras.co.id

“Cara yang kami lakukan ini adalah menggabungkan limbah yang tidak terpakai diolah menjadi produk yang bernilai seni yang dapat dipadankan dengan perancangan mebel atau perabotan sehingga disain interior ruangan menghasilkan nilai estetika”, tutur Elmansyah.

Elmansyah juga menjelaskan, “proses pengembangan disain mebel atau perabotan berawal dari permintaan konsumen dan saya dan kawan-kawan memberanikan diri menerima tantangan membuat disain mebel dengan menggabungkan karya unik dari barang tidak terpakai dan hasilnya pun sangat memikat hati konsumen”.

Namun, Elmansyah mengakui masih memiliki beberapa kendala dalam bisnis yang dijalankannya yaitu kurangnya peralatan untuk melakukan proses perancangan dan produksi, finishing produk, pendataan jenis dan kode produk sehingga sulit untuk megetahui berapa jenis produk yang sudah dihasilkan.

Guna membantu program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kegiatan UMKM, Tim PPM POLMED dibidang Teknik menyerahkan bantuan berupa alat untuk membantu produksi yaitu mesin pembuat profile kayu dan mesin bor kepada Bapak Elmansyah. Selain itu, tim PPM POLMED dibidang ekonomi juga memberikan pelatihan penggunaan alat tersebut kepada Bapak Elmansyah selaku Pimpinan dan beberapa karyawan lepas Woodcraft.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada tim PPM POLMED yang membantu memberikan mesin pembuat profile kayu dan mesin bor, serta memberikan pelatihan bagaimana cara menggunakan alat tersebut secara baik”.

Tim dari PPM POLMED memberikan penjelasan bahwa “Kerjasama PPM POLMED dan Woodcraft sudah terjalin selama 3 tahun, bukan hanya sekedar memberikan bantuan, tapi juga untuk memberikan pendampingan dan pelatihan membuat berbagai jenis perabotan rumah tangga dari kayu sisa ekspor dan meningkatkan omset produksi Bapak Elmansyah”.

“Kedepannya prioritas utama kerjasama PPM POLMED dan UMKM Woodcraft adalah menyertakan teknologi dan ekonomi digital untuk memberi dukungan yang berkelanjutan bagi pengembangan dan ketahanan UMKM yang kerap menghadapi tantangan, terutama dalam hal peningkatan kapasitas, akses modal dan pendanaan alternatif, akses teknologi, akses pasar global, serta integrasi mata rantai regional dan global”, Tim PPM POLMED mengakhiri.

Komentar Anda

Most Popular

To Top