All for Joomla All for Webmasters
Featured

Kontes Ayam Ketawa Pertama di Medan Berlangsung Sukses

baguskali.com

Sebanyak 32 ekor ayam ketawa atau ayam gaga’/garete, mengikuti kontes seni kerajinan bunyi ayam ketawa di Lapangan Kantor Kelurahan Helvetia jalan Beringin 10 Medan, Minggu (14/10/2018).

Andhy Resmana, panitia pelaksana dari Komunitas Pecinta Ayam Ketawa (Kompak) Medan mengatakan bahwa kontes ayam ketawa di Medan ini merupakan pertama sekali dilaksanakan.

“Komunitas Kompak yang dibentuk 28 Januari 2018 ini dibangun untuk menyatukan seluruh pecinta ayam ketawa dari seluruh Sumatra Utara, khususnya daerah Medan dan ajang ayam ketawa ini baru pertama sekali dilaksanakan di kota Medan”. Kata Andhy.

“Ayam Ketawa adalah varietas ayam yang berasal dari Sidenreng Rappang (Sidrap), sekitar 184 kilometer dari Makassar, Sulawesi Selatan. Ayam ini dinamai demikian karena bunyi kokokannya yang menyerupai bunyi ketawa manusia. Ayam Ketawa juga disebut sebagai ayam manugaga”, jelasnya lagi.

“Kontes ayam-ayam ketawa ini tidak seperti kontes ayam-ayam adu lainnya. Kontes ayam ketawa ini hanya kontes dan ajang ayam yang hanya ditenggerkan dan diperdengarkan suara kokoknya yang seperti tertawa”, jelas Andhy pecinta ayam ini.

“Untuk komunitas ayam ketawa Medan saat ini masih 29 orang. Terdiri dari berbagai daerah seperti dari Medan, Binjai, Indrapura, Tebing Tinggi, dan Kabanjahe. Bahkan untuk perlombaan kali ini ada yang mengikuti dari Jawa Timur. Sebenarnya banyak peminat ayam ketawa ini namun masih belum terekspos dengan baik”, paparnya.

“Nah, melalui ajang kontes yang kita adakan maka akan semakin banyak masyarakat yang mengetahui keberadaan ayam ketawa ini. Melalui kontes ini juga kita berharap dapat melestarikan dan menjaga ayam ketawa ini”.

“Saat ini kita di Medan masih memperlombakan ayam ketawa dengan kategori kerajinan suara, beda di luar kota seperti di Jawa, disana mereka menilai tipe kualitas suara dan seni suara. Untuk inilah kita berharap melalui kontes ini meningkatkan minat masyarakat banyak untuk dapat tertarik dengan ayam ketawa ini”.

“Harapan kami agar pemerintah kota Medan, khususnya Walikota Medan, dapat mendukung kegiatan positif kami ini”.

“Untuk sistem penilaian ayam ketawa ini yaitu dengan menghitung waktu dalam tempo 15 menit itu dihitung berapa kali salah satu ayam dapat berkokok atau ketawa. Setiap kokokan ayam bernilai 1 poin. Kian banyak kokokan atau ketawa, maka akan lolos ke final”. Akhiri Andhy.

Dalam perlombaan ini, ayam-ayam yang berhasil menjadi pemenang kokok ayam ketawa remaja yakni Amri RI berasal dari Tanjung Anom, Medan sebagai juara pertama. Imam Sasri asal Batangkuis, Medan pemenang kedua. Dan Simon asal Tarutung meraih juara ketiga.

Sedangkan kokok ayam ketawa dewasa dimenangkan Suharno asal Blitar, Jawa Timur meraih juara pertama. Uddin asal Medan meraih predikat kedua, dan Teddy asal Tebing Tinggi meraih juara ketiga. Semua pemenang mendapatkan piala, piagam dan uang pembinaan.

Komentar Anda

Most Popular

To Top