All for Joomla All for Webmasters
Nasional

PA 212: Cawapres Prabowo Tinggal 2 Nama, Tunggu Rekomendasi Imam Besar

baguskali.com

Jakarta, Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) melakukan pertemuan tertutup dengan sejumlah ketua umum partai di Hotel Sultan, Senin (23/7) malam. Pertemuan juga menyinggung mengenai peta politik di Pilpres 2019.

Diketahui, acara itu memang dihadiri oleh sejumlah petinggi partai. Mulai dari Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto beserta Sekretaris Jenderal Ahmad Muzani. Selain itu, hadir pula Ketua Dewan Pembina PAN Amien Rais, Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno dan Sekretaris Jenderal PBB Afriansyah Noor.

Direncanakan hadir pula presiden PKS Sohibul Iman dan Ketua Umum Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto. Namun, kala itu mereka berhalangan hadir.

Usai acara itu Ketua PA 212 Slamet Maarif mengatakan, seluruh partai itu kemungkinan besar menyetujui Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menjadi capres. Namun, usulan itu juga akan dibawa terlebih dahulu ke Ijtima Ulama yang akan digelar 27-29 Juli mendatang.

“Kemungkinan besar akan menuju ke sana (Prabowo menjadi capres). Dari pembicaraan tadi sangat besar kemungkinannya akan menuju kesana,” kata Slamet di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (23/7).

Terkait nama cawapres Prabowo, Slamet mengungkapkan saat ini pilihan telah mengerucut ke dua nama. Namun, pihaknya enggan membocorkan nama-nama tersebut.

Baca juga: Hasil Pertemuan Jokowi dan Para Petinggi Parpol Sepakati Satu Nama

Sebelumnya, kandidat cawapres Prabowo pernah disebutkan. Mulai dari nama Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Ketua Majelis Syuro PKS Habib Salim Segaf Aljufri, Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra dan Mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.

“Dari (nama-nama) tadi digodok. Menjadi dua nama,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Slamet mengungkapkan, dua nama yang digodok itu, nanti akan terus dikomunikasikan dengan mitra koalisi keumatan. Pertimbangan harus sejalan dengan keinginan partai, keinginan para ulama dan tokoh 212.

“Kalau sudah disepakati oleh koalisi keumatan, kemudian nanti disetujui oleh ijtima ulama, kemudian direkomendasikan oleh imam besar HRS (Habib Rizieq Shihab) pasti akan kami terima,” tuturnya.

“Sebaliknya kalau ternyata tidak direkomendasikan oleh ijtima ulama, tidak direkomendasikan oleh HRS selaku imam kami ya pasti kami nggak dukung,” sambungnya.

Sumber: jawapos.com

Komentar Anda

Most Popular

To Top