All for Joomla All for Webmasters
Nasional

Misterius, Selisih Data Korban KM Lestari Maju Milik Pemkab, Polda Dan Basarnas Beda!

baguskali.com

Makassar, Kementerian Sosial (Kemensos) melalui Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar akan melakukan memberian santunan kecelakaan pelayaran untuk korban kapal feri KM Lestari Maju.  Anehnya, jumlah korban kapal feri KM Lestari Maju tiba-tiba bertambah hingga dua kali lipat. Sebab data jumlah korban yang tercatat oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar, adalah sebanyak 332 orang.

Korban sebanyak 332 orang ini terdiri dari 36 orang meninggal, 1 orang bayi Aditya dinyatakan hilang, dan sisanya 295 orang selamat.

Catatan ini berbeda dengan data Basarnas Makassar yang mencatat sebanyak 190 orang korban KM Lestari Maju. Sebanyak 34 orang diantaranya meninggal dunia, 1 orang bayi hilang dan sisanya 155 orang selamat.

Berbeda lagi catatan Polda Sulawesi Selatan yang merilis jumlah korban KM Lestari Maju sebanyak 242 orang. Sebanyak 36 orang meninggal dunia, 1 orang bayi hilang dan 205 orang dinyatakan selamat. Tiga catatan tersebut juga berbeda dengan catatan BPBD Kabupaten Selayar yang merilis jumlah korban KM Lestari Maju berjumlah 226 orang. Sebanyak 35 orang diantaranya meninggal dunia dan sisanya 193 orang selamat.

Mengagetkan Bupati Selayar Basli Ali yang dikonfirmasi Kompas.com, Selasa (10/7/2018) mengatakan, ia juga mengaku kaget dengan jumlah korban KM Lestari Maju bertambah menjadi dua kali lipat. Bertambahnya jumlah korban ini pascakedatangan Menteri Sosial Idrus Marham ke Selayar untuk menyerahkan uang santunan.

“Data awalnya kan cuma 139 orang penumpang di manifes dan termasuk yang meninggal. Tapi kan pak Mensos bilang, pemberian santunan bukan hanya kepada korban jiwa. Korban selamat juga akan diberikan bantuan sebesar Rp 2,5 juta untuk pengobatan psikologi, pasca musibah KM Lestari Maju. Disinilah semua muncul orang-orang yang mengaku sebagai penumpang,” katanya.

Basli pun mempertegas, jika orang-orang yang mengaku sebagai penumpang dan menjadi korban harus bisa membuktikan dengan tiket, saksi atau data lainnya. Ia pun memberikan nasehat kepada siapapun yang mengaku korban, agar tidak main-main dalam hal seperti ini. Bisa jadi belakangan musibah seperti ini akan menimpanya jika mengaku-aku sebagai penumpang KM Lestari Maju. Menurut dia, memang banyak penumpang KM Lestari Maju tidak terdaftar dalam manifes. Memang banyak penumpang KM Lestari yang selamat, langsung pulang ke rumahnya. Sehingga tidak terdata di Puskesmas, Rumah Sakit, BPBD maupun Basarnas.

“Kami tetap akan melakukan verifikasi dan pendataan untuk dibawa ke Jakarta untuk mendapatkan santunan. Tetapi korban jiwa tidak bertambah, tetap berjumlah 37 orang termasuk bayi Aditya yang hilang,” terangnya.

Baca juga: Korban Tewas KM Lestari Maju 24 Orang, 41 Orang Dalam Pencarian

Basli pun mengakui banyaknya data korban KM Lestari Maju yang berbeda-beda seperti data korban dari Basarnas, Kepolisian, BPBD, Dinas Sosial. Namun, data yang jelas untuk korban meninggal tidak berubah. Karena tim DVI Biddokkes Polda Sulsel yang melakukan identifikasi. Perbedaan korban meninggal antara data Basarnas dan Polda Sulsel disebabkan karena adanya korban yang meninggal dunia di lokasi kejadian dan ada pula yang meninggal saat mendapat perawatan di rumah sakit.

“Basarnas hanya mencatat korban meninggal yang dievakuasi, sedangkan untuk data Polda Sulsel berdasarkan identifikasi tim DVI yang tidak terdeteksi oleh Basarnas,” ungkapnya. Seperti diketahui, KM Lestari Maju merupakan kapal feri penyeberangan yang berangkat dari Pelaburan Bira di Bulukumba menuju Pelabuhan Pamatata di Kepulauan Selayar pada Selasa (3/7/2018).  Namun di tengah perjalanan mesin mati karena ada air yang masuk ke dek lantai bawah kapal. KM Lestari Maju kemudian merapat ke Pantai Pabbadilan Desa Bungayya di Kecamatan Bontomatene, Kabupaten Selayar.

Sumber: kompas.com

Komentar Anda

Most Popular

To Top