All for Joomla All for Webmasters
Internasional

Ketika Dua Kutub Korea Akhirnya Bersatu, Begini Dialog Kedua Presiden

baguskali.com

Usai sudah konflik berkepanjangan antara Korea Utara dan Selatan. Kamis, 26 April 2018 menjadi hari dan tanggal bersejarah bagi Dua Korea.

Sebab, kedua negara bersepakat untuk mengakhiri “Perang Korea”, yang berlangsung sejak 1950. Proses ini sudah dimulai Kamis kemarin, tatkala Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un berjalan melintasi perbatasan negara menuju Korea Selatan untuk bertemu Presiden Moon Jae-in.

Kedatangan anak dari Kim Jong-il dan cucu Kim Il-sung, pendiri Korea Utara, ini untuk melakukan pembicaraan resmi soal perdamaian permanen dan denuklirisasi di Semenanjung Korea pada acara Konferensi Tingkat Tingkat Antar-Korea (Korean Summit).

Jong-Un ‘berhasil dengan lancar’ melintasi Garis Demarkasi di zona demiliterisasi (DMZ) terketat di dunia pada pukul 09.30 pagi waktu setempat. Sementara, pada pukul 10.30, digelar dialog khusus kedua pemimpin Korea ini di Peace House, Panmunjom.

Jalan menuju penyatuan kembali (reunifikasi) Dua Korea memang masih panjang. Namun, mengakhiri status Perang Korea, yang ditargetkan rampung tahun ini, merupakan langkah awal yang sangat berarti dan sangat menjanjikan bahwa perdamaian di Semenanjung Korea bisa juga terwujud, dan penyatuan dua negara itu bukan sesuatu yang mustahil. Pertemuan bersejarah Kim Jong-un dan Presiden Moon Jae-in ini sudah membuktikannya.

Tegas dan Berani

Saat bertemu, keduanya berjabat tangan erat dan berdialog singkat. Jong-un kemudian melangkah melewati Garis Demarkasi, memasuki teritorial Korea Selatan untuk pertama kali.

Setelah berpose di hadapan kamera, Jong-un secara spontan meraih tangan Jae-in dan bersama melintasi garis perbatasan ke sisi Korea Utara.

Berikut percakapan kedua pemimpin dalam pertemuan pertama, yang dirilis Korea Selatan, seperti dikutip dari CNN.

Kim: Saya sangat senang bertemu dengan Anda. Saya sangat senang.

Moon: Apakah Anda mengalami kesulitan untuk tiba di sini?

Kim: Tidak sama sekali

Moon: Senang bertemu dengan Anda

Kim: Tentu, saya sangat senang karena pertemuan di tempat bersejarah ini. Saya benar-benar tersentuh Anda telah datang jauh-jauh untuk menerima saya di Garis Demarkasi militer di Panmunjom

Moon: Itu berkat keputusan Anda yang tegas dan berani, yang memungkinkan kami untuk sampai sejauh ini.

Kim: Tidak, tidak sama sekali

Moon: Kita telah membuat momen bersejarah.

Kim: Saya senang bertemu dengan Anda

Moon: Bisakah Anda berdiri di sisi ini?

Moon: Anda telah datang ke sisi Selatan, kapan saya bisa datang ke sisi Utara?

Kim: Mungkin ini saat yang tepat bagi Anda untuk memasuki wilayah Korea Utara.

Sunshine Policy

KTT Antar-Korea digelar kali ketiga setelah pada 2000 dan 2007. Kedua KTT sebelumnya dilangsungkan di Pyongyang, Korea Utara.

Kedua Korea secara teknis masih dalam keadaan perang karena Perang Korea 1950-1953 hanya diakhiri dengan kesepakatan gencatan senjata, bukan kesepakatan damai formal.

Kunjungan Kim Yo-jong ke Korea Selatan merupakan sebuah kejutan. Sebab, putri bungsu Kim Jong-il itu adalah satu-satunya anggota keluarga Kim yang berkunjung ke Korea Selatan, setidaknya setelah Perang Korea berakhir.

Delegasi Korea Utara terakhir kali berkunjung ke Istana Kepresidenan Korea Selatan pada Agustus 2009.

Mereka khusus datang ke Korea Selatan untuk menghadiri pemakaman mantan Presiden Kim Dae-jung yang berjasa menggelar pertemuan antar-Korea pertama dengan mantan Pemimpin Tertinggi Kim Jong-il pada Juni 2000.

Kala itu, Dae-jung berhasil meredakan ketegangan Utara-Selatan melalui “Kebijakan Sinar Matahari” atau Sunshine Policy. Ini merupakan kebijakan yang menghasilkan kontak politik yang lebih besar kedua negara.

Kontak ini kemudian mulai dibangun dengan beberapa profil bisnis usaha tinggi, serta pertemuan singkat anggota keluarga yang terpisah oleh Perang Korea.

Dae-jung pula yang memberanikan diri berkunjung ke Pyongyang untuk bertemu Jong-il.

Mengutip ABC News, kedua pemimpin Korea ini berjalan bersama menuju sebuah bangunan yang dinamakan Peace House, yakni sebuah gedung berlantai tiga, tempat pertemuan resmi akan berlangsung.

Deklarasi Panmunjeon

Jong-un lalu menandatangani buku tamu dan menuliskan sesuatu kalimat yang cukup menyita perhatian. “Sejarah baru akan dimulai sekarang. Era kedamaian tengah berdiri di titik awalnya,” tulis Jong-un di buku tamu.

Alhasil, usai pembicaraan tertutup maka kedua resmi berdamai melalui “Deklarasi Panmunjeon” yang berisi 9 poin.

Pada intinya, kedua belah pihak sepakat untuk mengakhiri perang dan mengembalikan kedamaian di Semenanjung Korea. Berikut 9 poin Deklarasi Panmunjeon seperti dikutip Korea Times.

(1) Dua negara Korea setuju untuk mengumumkan berakhirnya Perang Korea yang telah ditangguhkan sejak perjanjian gencatan senjata pada 1953.

(2) Dua negara Korea sepakat untuk menetapkan denuklirisasi sebagai tujuan bersama dan bekerja sama untuk membuat Semenanjung Korea bebas nuklir.

(3) Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in, akan mengunjungi Pyongyang di musim gugur.

(4) Dua negara Korea ini menyetujui untuk menghentikan berbagai tindakan bermusuhan baik di tanah, di udara dan di lautan.

(5) Pada 1 Mei 2018, keduanya akan menghentikan siaran propaganda di perbatasan antar-Korea.

(6) Dua negara Korea tersebut akan mendirikan kantor penghubung yang dioperasikan bersama di Gaeseong, Korea Utara.

(7) Pada 15 Agustus 2018, kedua negara Korea tersebut akan menjadi tuan rumah reuni keluarga yang dipisahkan oleh Perang Korea 1950-1953.

(8) Dua negara Korea tersebut setuju untuk menghubungkan kembali kereta api antar-Korea di Pantai Timur.

(9) Dua negara Korea berjanji untuk bersama-sama berpartisipasi dalam Asian Games 2018 di Indonesia.

Sumber: viva.co.id

Komentar Anda

Most Popular

To Top