All for Joomla All for Webmasters
Nasional

Ijab Kabul Pernikahan Polisi Ini Via Video Call, Berikut Jawaban MUI

baguskali.com

Jakarta, Seorang anggota polwan, Briptu Nova, yang menjalani proses akad nikah melalui video call tengah ramai diperbincangkan di media sosial. Fenomena ini pun mendapat tanggapan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat.

Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat, KH Cholil Nafis menyatakan akad nikah tersebut sah. Karena yang ijab kabul tersebut hanyalah pengantin pria dan wali perempuan. Sementara, pengantin perempuan tidak wajib hadir di lokasi.

“Yang tidak hadir itu pengantinnya (Briptu Nova). Dan tidak ada syarat untuk menghadirkan pengantin (wanita) pada saat akad nikah. Jadi hukumnya sah,” ujar KH Cholil saat dihubungi, Ahad (29/4).

Sementara dalam bab nikah, rukun nikah berarti bagian dari pernikahan. Tanpa rukun nikah, yaitu ketiadaan salah satu di antaranya, akan menjadikan nikah tersebut menjadi tidak sah. Setidaknya ada lima rukun nikah yang harus dipenuhi, yaitu calon suami, calon istri, wali, saksi, dan ijab kabul.

Namun, menurut KH Cholil, mempelai wanita tidak harus hadir di lokasi dalam konteks pernikahan Briptu Nova. “Di antara rukun nikah itu kan ada mempelai putra dan putri. Tapi tidak harus hadir karena yang akad itu adalah wali dengan pengantin pria. Ijab dan kabul satu majelis dan ada saksi. Jadi hukumnya sah,” kata Pengasuh Pondok Pesantren Cendikia Amanah Depok ini.

Anggota Polda Kalimantan Barat (Kalbar) Briptu Nova dan Briptu Andik Rianto melakukan ijab kabul pernikahan lewat video call. Ijab kabul berlangsung di Pontianak, Sabtu (28/4). Briptu Nova sedang mengikuti seleksi polisi PBB di Cikeas, Jawa Barat, sehingga dia tidak bisa menyaksikan prosesi ijab kabul pernikahannya secara langsung. Dia hanya bisa menangis terharu lewat video call.

Sumber: republika.co.id

Komentar Anda

Most Popular

To Top