All for Joomla All for Webmasters
Kabar Timur Tengah

Ghouta, Benteng Terakhir Umat Islam, 5 Tahun Dikepung, Ribuan Syahid, Ratusan Ribu Telah Dievakuasi

baguskali.com

Washington, Sekitar 130.000 orang dikabarkan telah meninggalkan wilayah Ghouta Timur di pinggiran ibukota Damaskus selama rentetan serangan rezim Assad disana yang berlangsung beberapa pekan, demikian pernyataan PBB, Senin (02/04).

Juru bicara PBB, Stephane Dujarric mengatakan bahwa PBB dan mitra-mitranya bekerja untuk meringankan krisis kemanusiaan yang disebabkan oleh serangan terhadap Ghouta Timur, tetapi mengatakan “kebutuhan-kebutuhan [kemanusiaan] tetap sangat besar”.

“PBB terus menyerukan akses yang aman, tanpa gangguan dan berkelanjutan untuk semua [pihak] yang membutuhkan, dan setiap evakuasi warga sipil haruslah aman, sukarela, dan ke tempat-tempat yang mereka pilih,” pungkasnya, dikutip dari AA.

Baca juga: Hamas Desak Liga Arab Seret Israel Ke Pengadilan Kriminal Internasional

“Sangat penting bahwa warga sipil memiliki hak untuk kembali pulang segera setelah situasi memungkinkan”, tandasnya.

Sejak 19 Februari, lebih dari 1.400 orang dilaporkan tewas dalam serangan oleh rezim dan sekutunya di Ghouta Timur.

Menjadi rumah bagi sekitar 400.000 penduduk, Ghouta Timur tetap berada di bawah pengepungan rezim yang melumpuhkan selama lima tahun terakhir. Dalam laporan tahunan yang baru saja dirilis, White Helmets menuding bahwa sebanyak 1.337 warga sipil dibunuh di Ghouta

Timur pada sepanjang tahun 2017 akibat serangan-serangan yang terus berlanjut oleh pasukan rezim Bashar al-Assad.

Ghouta Timur telah dikepung selama 5 tahun lamanya dan akses kemanusiaan ke kota yang merupakan rumah bagi 400.000 warga sipil tersebut kini telah benar-benar terputus. Ratusan ribu penduduk saat ini sangat membutuhkan bantuan medis.

Dalam 8 bulan terakhir, rezim Bashar al-Assad telah mengintensifkan pengepungan di wilayah Ghouta Timur, sehingga hampir tidak mungkin disalurkannya pasokan makanan dan akses obat-obatan ke distrik tersebut sehingga membuat ribuan pasien dalam kondisi kritis dan memerlukan pengobatan segera.

Sumber: panjimas.com

Komentar Anda

Most Popular

To Top