All for Joomla All for Webmasters
Nasional

Kilas Balik Perjuangan Novel Dengan Mata Kiri Yang Belum Bisa Berfungsi

baguskali.com

Jakarta, 316 Hari silam, Novel Baswedan terpaksa harus menepi dari hiruk pikuk pengusutan mega korupsi kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) yang menyeret sejumlah elit politik negeri ini. Langkahnya terhenti ketika hari masih sangat pagi. Bukan karena takut, tapi keadaan memaksanya harus menepi.

Pagi itu, sepulang menunaikan salat Subuh di masjid dekat kompleks perumahannya, penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) disiram air keras oleh orang misterius. Mata kiri Novel menjadi organ paling serius yang terkena dampak kerusakan air keras. Pelakunya tak jelas siapa, hingga kini pun polisi belum sanggup mengungkapnya.

Yang pasti, sejak peristiwa penyiraman air keras itu, Novel Baswedan praktis menepi dari aktivitas pemberantasan korupsi. Ketua Satgas KPK di kasus e-KTP itu tak mampu lagi memantau tahap demi tahap perkembangan perkara yang ditanganinya.

Novel hanya terbaring di rumah sakit nan jauh di negeri Singapura. Menanti hari dari meja operasi ke operasi, berharap pemulihan untuk mata kirinya. Novel sesekali melayani wawancara dengan media dari Singapura, bertemu dengan sahabat dan rekan seperjuangannya.

Alhamdulillah, kabar baik datang dari mantan Kasat Reskrim Polres Bengkulu itu. Karena pada hari ini, Kamis, 22 Januari 2018, Novel pertama kalinya, pasca dirawat di Singapura 10 bulan silam, pulang ke Tanah Air. Pria kelahiran Semarang 40 tahun silam itu pulang sambil menanti jadwal operasi utama yang masih direncanakan.

“Saya menyadari kondisi saya belum sembuh, perlu ada saya masih harus bolak balik ke Singapura untuk kontrol dan bersiap ke operasi utama, karena mata kanan saya Alhamdulillah cukup stabil dan mata kiri saya belum bisa melihat,” kata Novel dalam video yang diunggah Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzhar Simanjuntak, Rabu, 21 Februari 2018.

Rencananya, kedatangan Novel Baswedan di Bandara Soekarno-Hatta akan disambut pimpinan KPK. Selanjutnya Novel akan dibawa ke Gedung KPK, untuk dilakukan penyambutan kedatangan oleh seluruh pimpinan dan pegawai lembaga antirasuah itu. Novel Baswedan, kembali.

Berikut perjuangan Novel Baswedan untuk sembuh dari teror air keras:

10 April 2017

Novel Baswedan mendapat teror berupa penyiraman air keras selepas menjalani ibadah salat Subuh. Akibatnya kedua matanya mengalami luka serius.

12 April 2017

Novel Baswedan dibawa ke Rumah Sakit di Singapura, setelah mendapat rujukan dari Jakarta Eye Center.

Di singapura setelah ibadah salat di mesjid KBRI, Novel mendapat pemeriksaan awal. Kondisi selaput mata rusak dan berkabut. Tapi kondisi fisik secara umum masih baik.

20 April 2017

Novel ditangani oleh sejumlah dokter ahli. Dari ahli THT menyebut Novel terdapat luka bakar akibat asam air keras di rongga hidung sebelah kanan dan kirinya. Tetapi tidak ada luka bakar pada saluran pernafasan.

Adapun hasil analisa dokter ahli mata, menyebutkan bahwa tekanan mata kiri dan kanan cukup baik. Tapi selaput mata bagian hitam atau kornea semakin parah.

22 April 2017

Setelah pengecekan dokter, diketahui mata kanan Novel ada pemulihan yang signifikan, sementara mata kiri ada pemulihan namun sangat lambat

Jumat 28 April 2017

Dalam keadaan yang memprihatinkan, karena dokter menyampaikan butuh waktu cukup lama untuk pemulihan kedua matanya, Novel berpesan kepada keluarga dan KPK supaya pelaku penyerangan dapat tertangkap.

Rabu, 3 Mei 2017

Tim dokter melakukan pemasangan lensa pada mata kanan ?Novel. Kondisi mata kirinya semakin memburuk.

Kamis, 18 Mei 2017

Novel menjalani operasi pertama di RS Singapura, karena tidak ada pertumbuhan selaput kornea pada kedua mata.

31 Mei 2017

Dilakukan pengetesan ?membaca huruf. Dokter memberikan tambahan obat pengontrol tekanan mata.

15 Juni 2017

KPK koordinasi dengan Polri terkait pengusutan kasus penyiraman air keras kepada Novel. Novel menjalani operasi kedua yakni untuk pemasangan jaringan gusi yang akan menutupi bagian putih mata.

24 November 2017

Tim Polri merilis dua sketsa wajah yang diduga melakukan teror terhadap Novel Baswedan

27 Desember 2017

Tim dokter menyiapkan operasi mata kiri Novel. Mata kanan terus membaik.

12 Februari 2018

Operasi mata kiri Novel dilakukan dengan cara memindahkan selaput gusi (yang pada operasi sebelumnya telah ditempelkan) untuk menutupi area tengah yang pertumbuhan selnya kurang baik.

Tim dokter melakukan operasi tambahan yakni operasi penggantian implant.

19 Februari 2018

Operasi tambahan mata kiri Novel dipandang berhasil, dan dijadwalkan operasi tahap selanjutnya pada April 2018.

20 Februari 2018

Presiden mengultimatum Polisi segera tuntaskan kasus penyerangan Novel Baswedan

22 Februari 2018

Novel Baswedan direncanakan pulang pukul 10 pagi dari Bandara Singapura ke Jakarta menggunakan maskapai komersil.

Sumber: viva.co.id

Komentar Anda

Most Popular

To Top