All for Joomla All for Webmasters
Internasional

Dubes AS Pidato, Presiden Palestina Walk Out

baguskali.com

New York, Dalam sebuah pidato di depan Dewan Keamanan (DK) PBB, Presiden Palestina Mahmoud Abbas langsung meninggalkan ruangan. Abbas enggan mendengarkan tanggapan dari Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk PBB, Nikki Haley.

Subyek utama pidato Abbas adalah seruan agar PBB mengakui secara resmi negara Palestina.

“Saya meminta anggota yang belum mengakui negara Palestina untuk melakukannya. Ke depan, kita akan mengintensifkan usaha kita untuk mencapai keanggotaan di Perserikatan Bangsa-Bangsa,” katanya.

“Untuk menyelesaikan permasalahan Palestina, penting untuk membentuk mekanisme internasional multilateral yang berasal dari sebuah konferensi internasional,” Abbas menambahkan, dia juga mengatakan bahwa dia berharap menemukan jalan keluar dari jalan buntu dan krisis yang dihadapi.

Dia mengakhiri pidatonya dengan peringatan bahwa mungkin ada kekerasan di Palestina jika Amerika Serikat (AS) tidak mengembalikan dana yang mereka hentikan ke Badan Bantuan dan Pekerja PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA).

“Jika Anda mengakhiri bantuan Anda, mereka menjadi teroris atau pengungsi di Eropa,” kata Abbas.

“Baik itu atau Anda terus mendukung UNRWA sampai krisis berakhir. Kami siap untuk memulai negosiasi. Kami mohon Anda untuk membantu kami sehingga kami mungkin tidak melakukan tindakan yang bertentangan dengan keyakinan kami dan keyakinan Anda,” imbuhnya seperti dikutip dari Sputnik, Rabu (21/2/2018).

Dijadwalkan berbicara setelah Abbas adalah Haley. Namun Abbas memilih untuk meninggalkan ruangan sebelum Haley bisa memulai pidatonya.

“Saya tahu Anda tidak senang dengan keputusan untuk memindahkan kedutaan kami ke Yerusalem. Anda tidak perlu menyukai keputusan itu. Anda tidak perlu memuji itu. Anda bahkan tidak perlu terima, tapi ketahuilah ini keputusan itu tidak akan berubah,” ujar Haley kepada Abbas yang tidak hadir.

“AS menawarkan tangan terulur kepada orang-orang Palestina tapi kami tidak akan mengejar Anda,” imbuhnya.

UNRWA, yang memberikan bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina dan biasanya memiliki hubungan agresif dengan pemerintah Israel, sangat bergantung pada uang Washington. Middle East Eye melaporkan bahwa AS menyumbangkan lebih dari 80% pendanaan UNRWA pada tahun 2017, pendanaan yang secara signifikan dipangkas pada bulan Januari 2018 ketika Trump membekukan USD65 juta bantuan dana yang direncanakan.

Dari 193 anggota PBB, 136 mengakui kenegaraan Palestina, termasuk anggota tetap DK PBB China dan Rusia. Tiga anggota tetap DK PBB lainnya – AS, Prancis, dan Inggris – tidak, bersama dengan sebagian besar negara Uni Eropa.

Saat ini, Palestina telah mempertahankan status pengamat non-anggota di PBB sejak 1992. Untuk menjadi anggota penuh PBB, DK PBB harus memilih dengan suara bulat untuk mendukungnya – sesuatu yang tampaknya hampir tidak mungkin selama AS tetap menjadi anggota tetap.

Sumber: sindonews.com

Komentar Anda

Most Popular

To Top