All for Joomla All for Webmasters
Eduinfo

Memanen Wortel Secara Mandiri Ala YPSA

baguskali.com

“Tetap berkarakter disiplin, religius, dan smart di tempat yang akan dikunjungi nanti. Serta dapat memetik pelajaran dan pengalaman selama mengikuti program yang diadakan setiap 1 tahun sekali ini”.

Hal ini diungkapkan Kabag Pendidikan YPSA Dr. Diki Setya Diningrat saat melepas Edutour Muharram 1439 H siswa-siswi kelas 4, 5, 6 SD Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah (YPSA) ke Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Benih Induk Holtikultura Kutagadung Berastagi Sumatera Utara, Sabtu (17/2/2018).

Tampak hadir juga Ketua Harian Addaratul Hasanah, Kabag Umum YPSA Rudi Sumarto dalam acara pelepasan tersebut.

Dr. Diki Setya Diningrat  juga menjelaskan tujuan program ini untuk memberikan pengalaman kepada siswa-siswi YPSA, menambah wawasan ilmu pengetahuan tentang pembibitan dan penanaman, serta dapat lebih mensyukuri nikmat alam ciptaan Allah SWT ini. Semoga siswa-siswi SD YPSA dapat menikmati perjalanan edutour dan darmawisata ini.

Ketua panitia Azhar Fauzi, M.Pdi.I., mengatakan bahwa sebanyak 6 Bus Pariwisata untuk membawa 246 siswa dan guru, pengurus yayasan, petugas keamanan, petugas kebersihan, dan petugas kesehatan, serta ditambah unit 2 foreider dari kepolisian.

Sesampai di sana rombongan edutour YPSA diterima oleh Kepala BIH Jonni Purba yang diwakili oleh pegawai dan petugas harian pembibitan Balai Induk Hortikultura Kuta Gadung Berastagi.

Salah satu wakil UPT BIH mengatakan bahwa Unit pelaksana Teknis (UPT) Benih Induk Holtikultura Kutagadung Berastagi merupakan salah satu dinas institusi pemerintahan pembenihan di bawah naungan Dinas Pertanian provinsi Sumatera Utara, yang khusus menangani pembenihan Hortikultura di Provinsi Sumatera Utara, yang berada di Jl. Djamin Ginting Km. 67, Kutagadung Berastagi Kabupaten Karo.

“Dalam peningkatan produksi hortikultura, khususnya sayuran di Indonesia selama ini masih menggunakan sistem pertanian konvensional dengan masukan input luar. Semakin tinggi produksi, maka akan semakin tinggi pula masukan input luar seperti pestisida dan pupuk yang diberikan”, katanya.

“Program peningkatan produksi hortikultura yang dilaksanakan selama ini belum secara holistik atau atas dasar sumberdaya, tetapi masih secara parsial atau atas dasar komoditas yang umumnya lebih menguntungkan produktivitas sumberdaya lahan, dengan masukan sarana produksi (pupuk dan pestisida) anorganik ke dalam agroekosistem pertanian yang cukup tinggi”, tambahnya.

Di sini banyak aneka tumbuhan yang dibibitkan dan ditanam seperti tomat, wortel, jeruk, cabai, terong, bunga-bungaan, kol, bayam, dan lainnya.

Tampak siswa-siswi SD YPSA mendengarkan penjelasan petugas BIH dan mendokumentasikan seluruh area pembibitan di kuta Gadung ini.

Dalam observasinya siswa mencatat jenis bibit yang dikembangkan dan diproduksi di antaranya wortel, cabai, jeruk, kentang, bunga krisan, bawang merah, dan arcis.

Siswa-siswi juga mencoba dan merasakan memanen wortel dan memetik biji bunga matahari.

Usai observasi YPSA menyerahkan cenderamata kepada Unit pelaksana Teknis (UPT) Benih Induk Holtikultura Kutagadung Berastagi.

Selanjutnya siswa-siswi SD YPSA melanjutkan darmawisata sekaligus sholat dan makan siang ke Bukit Kubu Brastagi. Selama di Bukit Kubu juga siswa-siswi SD YPSA melaksanakan Outbond, diantaranya Panjat Tebing, Flying Fox, dan lewati rintangan tali.

Komentar Anda

Most Popular

To Top