All for Joomla All for Webmasters
Internasional

Warga Etnis Rohingya Dibantai dan Dikubur di 5 Kuburan Massal

baguskali.com

Warga Rohingya yang dibantai oleh militer Myanmar dimakamkan di lima kuburan massal. Ini menurut laporan sebuah penyelidikan eksklusif oleh kantor berita AP. Laporan tersebut diumumkan pada Kamis, (1/2), termasuk kesaksian dari puluhan korban selamat dan kerabat korban.

Diperkirakan ada sekitar 400 penduduk Rohingya yang dianiaya dan dibunuh oleh tentara Myanmar. Dalam sebuah pembantaian, waktu itu sekelompok pria sedang terlibat dalam pertandingan sepak bola lokal yang disebut ‘chinlone’ di desa Gu Dar Pyin. Lalu tentara Myanmar mulai melakukan aksi sadis dengan menembaki mereka.

Seorang korban bernama Noor Kadir menemukan enam temannya dikubur di dua kuburan massal secara terpisah. Dia mengatakan, mayat korban hanya dapat dikenali melalui warna celana pendek mereka.

Pembunuhan massal tersebut diyakini terjadi pada 27 Agustus. Korban selamat mengatakan kepada Associated Press bahwa tentara telah mencoba menutupi bukti kekejaman tersebut.
Sisa-sisa yang terkubur di dalam kuburan dangkal itu naik ke permukaan setelah hujan deras dan korban selamat melihatnya.

Phil Robertson dari Human Rights mengatakan, laporan tersebut meningkatkan peran masyarakat internasional untuk menuntut pertanggungjawaban dari Myanmar dan menggarisbawahi perlunya embargo senjata oleh PBB ke negara tersebut.

“Ini saatnya Uni Eropa dan AS untuk serius mengidentifikasi dan memberikan sanksi yang ditargetkan terhadap komandan militer dan tentara Myanmar yang harus bertanggung jawab atas kejahatan hak-hak asasi mendasar ini,” ujar Robertson.

Utusan khusus PBB untuk HAM di Myanmar Yanghee Lee mengatakan, pembunuhan dan pembuangan mayat tersebut mengandung indikasi adanya genosida. Namun ia tidak dapat membuat sebuah pernyataan mengenai genosida sampai pengadilan internasional dapat mempertimbangkan bukti tersebut.

Myanmar sebelumnya mengaku bertanggung jawab atas satu kuburan massal yang berisi 10 jenazah di desa Inn Din. Pembunuhan tersebut terjadi pada September namun pihak berwenang hanya mengakui ditemukannya kuburan massal tersebut pada Desember, mengklaim bahwa mereka yang telah meninggal adalah teroris.

Amnesty International menggambarkan penemuan pada Desember itu sebagai puncak gunung es.

Sejak Agustus 2017, lebih dari 655.000 orang Rohingya telah meninggalkan Myanmar ke Bangladesh. Militer Myanmar mengklaim mereka memerangi teroris. Namun korban selamat yang menyeberang ke Bangladesh mengatakan, tentara Myanmar melakukan pembunuhan massal, pemerkosaan, dan pembakaran rumah.

Sumber: jawapos.com

Komentar Anda

Most Popular

To Top