All for Joomla All for Webmasters
Sumatera Utara

Keseriusan & Potensi Kemenangan Edy Rahmayadi

baguskali.com

“Pensiun dini adalah hak prerogratif saya. Sudah bulat hati saya untuk jadi Gubernur Sumut 2018 apabila dipilih rakyat Sumut.”

Pernyataan Edy Ramayadi ini sempat membuat publik bertanya-tanya. Wajar saja, beberapa putusan Panglima Gatot kala itu dianulir. Status ER menjadi sedikit menggantung. Berbagai dugaan mulai muntah ke segala arah. Tampaknya pencalonan ER akan dijegal, ER melawan, demikian asumsi yang berkembang.

Kini berdasarkan pengakuan Panglima TNI, pengunduran diri ER telah diterima dan sedang berproses. ER akan leluasa mempersiapkan deklarasi dan pertarungannya. Babak baru sebagai politisi akan dijajal sebagaimana niatnya. ER pernah bilang, niatnya maju untuk tingkatkan kualitas membangun Sumut. Orang Sumut tak ada yang serius urus Sumut, makanya saya pulang, katanya.

Mengurus Sumatera Utara ini bukan perkara muda. Banyak orang bilang, kalau hebat di Sumut, kau bisa kuasai perpolitikan nasional. Daerah ini memang keras, cocok untuk jadi arena uji nyali. Sayangnya produk politik berupa kesejahteraan masyarakat tidak berjalan progresif. Mentok, jalan ditempat.

Kinerja pengentasan kemiskinan di Sumatera Utara stagnan untuk tidak disebut buruk. Angkanya berkisar pada 10,27%, lebih tinggi dari angka statistik nasional sebesar 10,12. Data ini diungkapkan oleh lembaga resmi BPS pada januari 2018. Artinya apa, provinsi ini tidak melakukan akslerasi yang tepat. Angka kemiskinan cenderung tidak bergerak naik dari waktu kewaktu.

Sumber daya alam Sumut yang berlimpah ruah tidak berkorelasi dengan pembangunan yang merata. Padahal provinsi ini memiliki pantai, gunung hingga danau terbesar di asia. Sumut memiliki tanah yang subur. Hamparan perkebunan, areal pertanian menjadi variasi sumber potensi yang tiada banding.

Benar kata ER, tidak ada yang serius mengurus Sumut. Gonjang ganjing politik yang selalu mewarnai dinamika perjalanan pemerintahan di Sumut tidak berujung pada kesejahteraan rakyat. Semua juga tau, adu kuat politik disini kadang hanya soal bagi-bagi jatah, saling sikut, gengsi dan pertarungan mempertahankan kekuasaan saja. Akhirnya tidak ada yang fokus untuk membangun. Rakyat sengsara.

Tulisan ini diawali dengan statemen ngotot ER untuk maju. Ini menjadi sangat penting untuk ditarik korelasinya dengan keseriusannya membangun Sumatera Utara. Latar belakang ER sebagai meliter yang tegas, level pangkat yang meyakinkan, tentu saja penting dijadikan pertimbangan pemilih untuk memberikan kepercayaan.

ER juga sangat diuntungkan dengan konfigurasi partai pendukung yang militan. Gerindra, PKS dan PAN dikenal sangat solid dan disiplin dalam melakukan penggalangan suara ditengah-tengah masyarakat. Partai-partai ini semakin matang dari waktu kewaktu. Peluang ER menjadi semakin kuat dengan realitas politik seperti itu.

Secara pribadi, ER juga memiliki vote getter yang sangat penting, diantaranya adalah Gus Irawan Pasaribu. Kapasitas tokoh politik nasional ini sesungguhnya sebanding dengan calon-calon gubernur yang ada. Popularitasnya tinggi sekali. Ia memiliki perolehan suara paling besar kala pemilu legislatif 2014. Sebelumnya, sebagai politisi baru, Gus Irawan berhasil menjadi peringkat ke-tiga dengan perolehan diatas 21% saat Pilgub Sumut 2013. Ini luar biasa bagi ER!!

Gus irawan yang kini menjadi ketua DPD Gerindra Sumut dan Ketua Komisi VII DPR RI telah menyatakan akan all out untuk ER. Ia akan amankan pilihan Prabowo (ER) untuk menangkan Sumut. Situasi itu menjadi berkah besar untuk ER. Dimensi Gus pasti tidak hanya akan berhenti pada menggerakan struktur Gerindra, tetapi secara umum akan banyak memberikan pengaruh pada basis-basis pemilih. Dalam peta politik Sumut, Gus diproyeksikan akan berkontribusi sangat sighnifikan dalam melakukan penggalangan kekuatan di 19 kabupaten kota dimana Gus Irawan terpilih menjadi anggota DPR RI.

Tentu saja masih banyak tokoh-tokoh lain di balik ER yang juga akan memudahkannya merebut Sumut 1. Gerbong ini memiliki nama besar seperti Tifatul Sembiring, Martin Hutabarat, Ansori Siregar, Romo Muhammad Safei, Nasril Bahar, Saleh Daulai dan Suasana Daci yang khusus dapat bergerak di pulau Nias. Dengan melakukan optimalisasi peran yang rapih, kongkrit dan disiplin dalam penggalangan basis-basis pemilih, tampaknya ER akan sangat mungkin memimpin sumut dimasa yang akan datang.

Oleh: Gusmiyadi _ Goben
Indonesia Bergerak

Komentar Anda

Most Popular

To Top