All for Joomla All for Webmasters
Nasional

Pelaku Penyiraan Novel Baswedan Belum Jelas, Bentuk TGPF?

baguskali.com

Jakarta, Wacana pembentukan tim gabungan pencari fakta (TGPF) kasus penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan kembali muncul.

Usulan pembentukan tim tersebut muncul karena hingga delapan bulan setelah kejadian, pelaku teror terhadap Novel tidak kunjung menemukan titik terang.

“Pemerintah harus segera membentuk tim pencari fakta,” ujar Peneliti Masyarakat Pemantau Peradilan Indonesia (Mappi) Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH-UI) Aradila Caesar Ifmaini Idris, Rabu (27/12/2017).

Dia menambahkan, jangan sampai pesan yang diterima publik dan khususnya penegak hukum adalah upaya pemberantasan korupsi dapat dilawan dengan teror seperti yang dialami Novel Baswedan.

Ifmaini mengatakan, penegak hukum lain juga seharusnya mendorong penyelesaian perkara ini karena kasus ini  juga menyangkut kerja mereka dalam pemberantasan korupsi.

“Mereka harus diberikan jaminan keselamatan kalau tidak mereka juga akan enggan mengusut kasus korupsi karena terancam teror,” katanya.

Baca juga: Australia Bantu KPK Ungkap Pelaku Kasus Novel Baswedan

Belum terungkapnya pelaku kasus itu dianggap Ifmaini mencerminkan kegagalan negara dalam memberikan jaminan perlindungan dan kepastian bagi keamanan para penyidik KPK dan penegak hukum secara umum.

Novel diserang pada 11 April 2017 lalu. Saat itu, Novel disiram air keras oleh orang tak dikenal usai melaksanakan salat Subuh di masjid dekat rumahnya, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Peristiwa tersebut telah merusak kedua mata Novel. Saat ini penyidik KPK yang dikenal sering membongkar kasus kakap itu masih menjalani perawatan di rumah sakit di Singapura.

Sumber: sindonews.com

Komentar Anda

Most Popular

To Top