All for Joomla All for Webmasters
Nasional

50 Ribu Orang Hadiri Zikir Internasional Peringatan 13 Tahun Tsunami Aceh Bersama Ust. Abdul Somad

baguskali.com

Ustadz Abdul Somad mengisi zikir Internasional di Taman Ratu Safiatuddin Banda Aceh, Selasa malam 26 Desember 2017. Kedatangan ustadz Somad disambut ribuan warga yang telah menunggu.

Ustadz Abdul Somad mengaku segala beban pikirannya hilang ketika berada di Aceh. Sebab, melihat antusias masyarakat dan para ulama yang begitu memuliakan setiap tamu yang datang ke Kota Serambi Mekah.

Apalagi, Ustadz Somad mengaku disambut hangat oleh para alim ulama, pejabat dan masyarakat Aceh. Ia mengatakan, saat pertama kali menginjakkan kaki ke Banda Aceh, sudah disambut ribuan warga yang rela menanti di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar.

“Semua beban pikiran hilang, termasuk beban yang paling besar adalah beban diusir dari Hong Kong,” kata Ustadz Somad dalam tausiahnya di Taman Ratu Safiatuddin, Banda Aceh, Pada Selasa malam, 26 Desember 2017.Dalam tausiahnya sekitar satu jam itu, Ustadz Somad bercerita mengenai makna di balik tsunami yang melanda Aceh 13 tahun lalu. Menurutnya, bencana itu bagian dari hikmah, dan akan ada pelajaran yang berharga dari setiap bencana.

Puluhan ribu masyarakat rela berdesak-desakan hanya untuk mendengarkan tausiah Ustadz Somad. Bahkan, sebagian warga rela memanjat pohon dan membawa tikar dari rumahnya hanya untuk menanti tausiah yang dibawakan oleh Ustadz jebolan Al-Azhar, Mesir dan Dar Al-Hadits Al-Hassania Institute, Kerajaan Maroko.

Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Munawar A Djalil menyebutkan, awalnya diprediksi jumlah warga yang hadir mencapai 15 ribu. Namun, hingga pukul 22.00 WIB, jumlah massa semakin membeludak hingga ke luar lokasi zikir digelar.

“Mungkin karena magnet Ustadz Somad dan ulama lainnya, sehingga yang datang mencapai 50 ribu orang,” kata Munawar.

Selain Ustadz Somad, Habib Novel juga diberi kesempatan tausiah. Kemudian sejumlah ulama yang terkenal di masing-masing negara seperti dari Malaysia yakni, Mohammad Nizam Bin Kamaruzzaman, Uwais Azzuhaili Bin Husni dan Mansur Bin Usman. Kemudian dari Singapura yaitu Muhammad Afeef bin Manshor.

Sedangkan ulama dari Brunei yaitu Mohammad Adi Aishamuddin bin Mat Bakar, Mohammad Fahmi bin Haji Mathor, Muhammad Najib bin Haji Muhammad Ali, Nurdeng Daeraseh dan Muhammad bin Mat Piah. Sedangkan ulama dari Thailand ialah Chemuso romilo, Adsaman Sideh, Ismail Benjasminth dan Asae Boongorsayu, serta Mohammed Ahmed Abdo ulama dari Yaman.

Sumber: viva.co.id

Komentar Anda

Most Popular

To Top