All for Joomla All for Webmasters
Nasional

Pertamina Ciptakan Bahan Bakar Standar Emisi Euro IV

baguskali.com

Jakarta, PT Pertamina (Persero) melalui Kilang Pertamina RU VI Balongan berhasil memproduksi bahan bakar minyak jenis Pertamax dan Pertamax Turbo Low Sulfur High Quality dengan standar emisi Euro IV.

Berdasarkan keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (24/7), produksi perdana Pertamax RON 92 dan Pertamax Turbo 98 Low Sulfur High Quality telah diserahterimakan secara simbolis oleh General Manager Pertamina RU VI Balongan Joko Widi Wijayanto kepada Manager Fuel Retail Marketing MOR III sekaligus Pjs GM MOR III Nurhadiya, disaksikan Direktur Pengolahan Pertamina Toharso.

Komponen blending Pertamax Turbo Low Sulfur terdiri dari Polygasoline ex Unit 20 (Catalytic Condensation Unit) sebesar 42 persen, HOMC ex KLBB 33 persen, dan RCC Naptha sebesar 25 persen dengan kemampuan produksi Pertamax Turbo Low Sulfur High Quality 60 MB per bulan.

Sedangkan komponen blending Pertamax 92 Low Sulfur High Quality terdiri dari RCC Naptha 44 persen, dan HOMC ex KLBB sebesar 56 persen dengan kemampuan produksi Pertamax Low Sulfur kurang lebih 700 MB per bulan serta pemenuhan komitmen premium sebesar kurang lebih 1.300 MB.

Direktur Pengolahan Pertamina Toharso mengapresiasi improvement yang dilakukan RU VI Balongan. Toharso mengatakan, BBM dengan standar emisi Euro IV yang diproduksi Kilang RU VI merupakan komitmen Pertamina dalam menerapkan peraturan No.: P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/3/2017 tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor dengan kandungan sulfur maksimal 50 ppm, yang dikeluarkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia.

General Manager Pertamina RU VI Balongan Joko Widi Wijayanto mengatakan, produksi Pertamax Turbo dan Pertamax 92 Low Sulfur High Quality di RU VI Balongan merupakan salah satu bentuk sebagai komitmen PT Pertamina (Persero) dalam memenuhi kebutuhan bahan bakar yang sarat akan nilai-nilai lingkungan hidup.

Manajemen RU VI Balongan sangat tertantang untuk mendukung produksi bahan bakar low sulfur berjalan dengan tepat waktu dan mencapai target yang diharapkan. Tercipta produk ini tidak terlepas dari kerja sama, ketekunan dan kekompakan semua stakeholder yang terlibat, seperti fungsi produksi, engineering dan development, laboratorium, Refinery Planning & Optimization (RPO) serta Maintenance Planning & Support (MPS) RU VI Balongan.

Produksi dan penyaluran Pertamax Turbo dan Pertamax Euro Low Sulfur menggunakan sarana dan fasilitas eksisting, di antaranya tangki transfer menggunakan 42T202B untuk Pertamax Turbo, tangki transfer menggunakan 42T301FGH untuk pertamax, transfer ke TTU Balongan melalui line existing, serta injeksi kimia additive dan dyes pewarna.

Catatan : Euro adalah nama yang digunakan pada standar emisi gas buang kendaraan yang dijual di negara-negara anggota Uni Eropa. Kesadaran untuk mengurangi polusi udara dari hasil gas pembuangan mesin kendaraan menjadi dasar penerapan standar tersebut. Semakin tinggi standar Euro yang ditetapkan, semakin kecil batas kandungan gas karbon dioksida (CO2), nitrogen oksida (NOx), karbon monoksida (CO), volatile hydro carbon (VHC), dan partikel lain yang berdampak negatif pada manusia ataupun lingkungan pada emisi mesin kendaraan.

Untuk Euro 4, seperti dikutip dari situs Gaikindo, kandungan nitrogen oksida (NOx) pada kendaraan berbahan bakar bensin tidak boleh lebih dari 80 mg/km, 250 mg/km untuk mesin diesel, dan 25 mg/km untuk diesel particulate matter.

Sumber : republika.co.id

Komentar Anda

Most Popular

To Top