All for Joomla All for Webmasters
Sumatera Utara

Bang Ijeck Terpanggil Untuk Sumatera Utara

baguskali.com

Menjelang dimulainya tahapan pemilihan calon gubernur Sumut (Pilgubsu) 2018, sejumlah nama-nama mulai bermunculan. Baik dari kalangan politisi, pengusaha, TNI maupun Polri. Beberapa hari terakhir, nama Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Medan, Musa Rajekshah (Ijeck) santer diberitakan bakal maju pada ajang Pilgubsu.

Bukan untuk menjadi calon gubernur. Tapi, pengusaha muda itu memilih menerima pinangan Letjen TNI Edy Rahmayadi untuk menjadi calon wakil gubernur Sumut. Apa yang membuat Ijek memilih untuk terjun kedalam gemerlap politik di Sumut. Berikut petikan wawancara Sumut Pos dengan Ijek saat ditemui di Kantor Harley Davidson, Senin (17/7).

Pertanyaan     : Belakangan ramai pemberitaan di media massa mengenai keputusan Anda untuk      mengikuti kontestasi Pilgubsu 2018?
Jawaban         : Mengikuti Pilgubsu bukanlah hal yang saya cita-citakan. Akhirnya saya melihat takdir harus seperti ini, saya masuk ke sini. Niat bersama Bang Edi adalah untuk kepentingan masyarakat banyak. Yang pasti kepentingan pribadi akan kita korbankan demi kepentingan orang banyak.

Pertanyaan     : Bagaimana respon keluarga Anda ketika memutuskan untuk terjun ke dunia politik?
Jawaban         : Saya harus memberikan penjelasan kepada keluarga. Awalnya mereka menentang, hanya saja setelah diberikan penjelasan, mereka mau menerimanya.

Pertanyaan     : Keinginan pribadi seperti apa. Apakah tetap ingin menjadi pengusaha, atau terjun ke dunia politik?
Jawaban         : Jujur, kalau ditanya keinginan pribadi yakni tetap dengan kondisi seperti saat ini yakni bebas. Bahkan bebas dalam segala hal mulai dari mengelola keuangan sendiri. Ketika mengelola keuangan sendiri tentu waktu diatur sendiri, mau ada uang gak ada uang, itu urusan sendiri. Tapi, kini saya sudah putiskan untuk mengabdi, tentu dengan segala konsekuensinya, mengikuti aturan yang ada.

Pertanyaan     : Kapan tepatnya Bang Edy Rahmayadi meminta anda untuk mendampingi dirinya maju di Pilgubsu 2018?
Jawaban         : Itu biar menjadi rahasia kami. Yang pasti, tidak mudah untuk mengambil keputusan ini, butuh pertimbangan matang. Saya sampai Umroh untuk meminta petunjuk dari Allah. Saya berangkat umroh 3 hari sebelum Ramadan, dan kembali Ramadan ke 3. Di Tanah Suci akhirnya saya bulatkan tekad untuk menerima pinangan Bang Edy dan mengabdikan diri untuk kepentingan orang yang lebih banyak.

Pertanyaan     : Apa yang membuat Anda yakin untuk merima pinangan Bang Edy?
Jawaban         : Sebenarnya saya bermimpi untuk terjun ke dunia ini saja tidak pernah. Ada yang bilang politik itu kejam, belum lagi fitnah-fitnah yang akan bermunculan. Saya sadar akan resiko itu. Begini, saya lahir, besar, berkeluarga bekerja di Sumut, mungkin juga saya meninggal dan dikebumikan di Sumut. Anak-anak saya pun sepertinya demikian. Kalaulah keadaan kedepan tidak lebih baik, kita harus merencanakan, apakah anak-anak kita akan dapat kehidupan yang layak. Apakah masyarakat yang dibawah itu bisa bangkit, apakah tambah baik atau sebaliknya. Bukan berarti Bang Edi dan Saya kepemimpinan pasti lebih baik. Tapi, niat kita kalau diizinkan menang oleh Allah dan masuk ke sana, dengan jabatan yang dimiliki ingin memperbaiki apa-apa yang tidak atau kurang baik.

Pertanyaan     : Apakah tidak cukup membantu orang dari posisi Anda saat ini?
Jawaban         : Kalianlah sendiri yang menilai, secara kasat mata saja. Apakah tetap di posisi saat ini, atau terjun ke dunia politik. Kalau secara pribadi tentu saya pilih posisi saat ini. Tapi, kalau sudah diberikan pilihan untuk umat atau kepentingan pribadi. Tentu saya pilih kepentingan umat. Kalau ada pilihan lain, akan saya pilih yang lain. Akan tetapi, ketika sampai pada titik itu, maka saya pilih kepentingan orang banyak atau masyarakat luas dan mengorbankan kepentingan pribadi.

Kalau untuk keperluan pribadi, kondisi saat ini lebih dari cukup. Tapi, ini bicara untuk kepentingan lebih besar, hajat hidup orang banyak. Bagaimana memperjuangkan kepentingan rakyat, mensejahterakan rakyat dengan kerja pemerintah. Saya sudah pikirkan itu, keputusan ini diambil demi kepentingan orang banyak.

Pertanyaan     : Dua gubernur Sumut punya rekam jejak yang buruk dalam hal persoalan korupsi, apakah Anda mengkhawatirkan itu?
Jawaban         : Saya pikir tidak ya. Karena ketika semua dikerjakan sesuai prosedur, tidak akan ada masalah. Jangankan di birokrasi, di dunia usaha juga bisa tersangkut masalah hukum. Yang penting semua dikerjakan sesuai prosedur.

Pertanyaan     : Hubungan dua gubernur Sumut dengan wakil gubernur Sumut sebelumnya selalu tidak harmonis. Sehingga tidak bisa bersama sampai masa jabatan berakhir, Anda melihatnya seperti apa?
Jawaban         : Saya pikir kita tidak usah berpikir terlalu jauh, dan juga berpikir yang buruk. Contohnya begini, apa yang akan terjadi esok hari. Tidak ada yang bisa menjawab itu, jadi jalani saja.

Pertanyaan     : Seberapa kenal Anda dengan Edy Rahmayadi?
Jawaban         : Saya dengan bang Edy sudah seperti saudara. Saya kenal beliau sudah lama, jauh sebelum dia menjadi Pangdam I/BB. Saya kenal bang Edy ketika masih berpangkat Letnan. Hubungan kami bukan karena jabatan, kami sudah seperti saudara.

Pertanyaan     : Jalur apa yang Bang Edi dan Anda tempuh, independen atau partai politik (parpol)?
Jawaban         : Maju melalui jalur independen sepertinya tidak. Kami sudah berkomunikasi dengan beberapa parpol. Tidak etis saya yang menyebutkan, pada waktunya Bang Edi yang akan menjelaskan semua.

Pertanyaan     : Apakah Anda akan menjadi anggota parpol tertentu agar mendapatkan perahu?
Jawaban         : Belum ada kepikiran masuk ke parpol. Jumlah parpol kan banyak, kalau saya masuk ke satu parpol, tentu yang lain akan menjadi lawan. Sejauh ini belum ada pembahasan sampai ke arah itu.

Pertanyaan     : Bagaimana Anda melihatnya kondisi Sumut secara umum saat ini?
Jawaban         : Kalau bicara secara umum tentu banyak yang perlu dibenahi. Saya juga belum pernah terjun ke pemerintah, jadi belum tau apa yang akan dilakukan. Kami juga belum punya tim yang menjabarkan visi misi. Kalau kita lihat kondisi Sumut trendnya cenderung menurun, apalagi ketika dibandingkan dengan provinsi lain yang ada di Indonesia. Bukan hanya satu sisi yang kita lihat, harus lihat lebih jauh juga, apa yang membuat peringkat Sumut melorot terus.

Pertanyaan     : Hal mendesak apa yang perlu dibenahi agar Sumut bisa lebih baik?
Jawaban         : Kalau kita lihat Jalinsum saat ini masih kurang baik, khususnya ketika dibandingkan dengan tetangga seperti Provinsi Aceh, Provinsi Riau, Provinsi Sumatera Barat. Walaupun itu katanya jalan nasional, kenapa mereka bisa lebih baik. Memang ada juga kewenangan daerah tingkat II soal jalan, ada otonomi daerah. Begitu juga provinsi memiliki kewenangan jalan.

Pertanyaan     : Kondisi perekonomian di Sumut saat ini sedang lesu. Bagaimana Anda melihatnya?
Jawaban         : Kondisi ini tidak terlepas dari kualitas infrastruktur. Para petani sangat bergantung kepada kualitas infrastruktur yang baik. Ada juga hal-hal lain seperti pendidikan dan kesehatan.

Pertanyaan     : Anda selain pengusaha juga aktif di organisasi olahraga. Bagaimana kondisi atlit Sumut sejauh pengamatan Anda?
Jawaban         : Bicara olahraga itu tergantung akan Pengda cabang masing-masing. Bagaimana mereka bisa membuat program. Jangan bicara prestasi kalau atlit tidak diberikan jam terbang yang tinggi. Peran semua stake holdet penting, baik Pengda maupun KONI. Jadi buatlah event sesering mungkin agar menambah jam terbang atlit.

Sumber: sumutpos.co

Komentar Anda

Most Popular

To Top