All for Joomla All for Webmasters
Nasional

Baca, Film Kontroversi ‘Kau adalah Aku Yang Lain’ Polri Disinyalir Mendiskreditkan Islam

baguskali.com

Jakarta, Film pendek berjudul ‘Kau adalah Aku Yang Lain’ yang dinobatkan sebagai pemenang dalam ajang perlombaan Police Movie Festival IV 2017, terus mendapat kecaman masyarakat khususnya kalangan muslim tanah air.

Pasalnya, film karya sutradara Anto Galon tersebut dianggap tendensius dan mendeskriditkan umat Islam. Akibatnya film yang menceritakan tentang toleransi beragama dan kemanusiaan itu justru menuai protes keras publik belakangan ini.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto memilih ‘tutup mulut’ saat disinggung soal mekanisme penilaian hingga berujung dimenangkannya film berbau SARA tersebut.

Saya sudah sepakat tidak mau membahas itu ya. Kamu (wartawan) pernah nonton filmnya? Sory ya. Saya enggak (komentar),” singkat Rikwanto di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (30/6).

Bahkan pihak Polri tak menampik jika sang Sutradara menerima banyak hujatan dan kecaman di dunia maya buntut dari karyanya itu. Bukan respon negatif saja, Anto Galon juga mendapat ancaman melalui akun media sosialnya.

Hanya saja dalam film yang semula ingin menyampaikan pesan Islam sebagai agama yang mengedepankan toleransi justru menjadi kontroversi.

Seperti diketahui, sang sutradara pemenang Video Polri, dalam “Police Movie Festival” Dianggap melecehkan Umat Islam. Film tersebut bercerita tentang toleransi beragama dan kemanusiaan berdurasi 6 menit dan 55 detik.

Dalam satu adegan digambarkan sebuah ambulan yang membawa pasien dari agama nonmuslim dalam kondisi kritis. Namun perjalanan mereka ke rumah sakit terhalang karena jembatan rusak. Ambulan terpaksa harus melewati jalan lain yang kebetulan sedang mengadakan pengajian.

Sejumlah warga kemudian menghadang ambulan. Perdebatan pun terjadi. Seorang jamaah melarang ambulan melintas karena akan mengganggu pengajian. Tapi seorang petugas polisi yang ikut pengajian meminta warga untuk membiarkan ambulan bekerja karena menyangkut nyawa orang.

”Seharusnya polisi menjaga warga yang sedang beribadah. Jangan malah mengganggu. Dosa kamu,” kata sang anggota jamaah yang dipanggil “Mbah”. ”Pak, saya lebih baik berdosa membantah omongan Bapak daripada saya berdosa membiarkan orang mati di sini,” jawab polisi.

Beberapa jamaah lain pun mendukung agar ambulan tersebut melintas. Seorang warga mengatakan si Mbah justru tidak menyimak isi pengajian yang disampaikan “Pak Kyai”, yang mengatakan bahwa harus menjaga toleransi dan keyakinan umat beragama yang lain, Bahwa Kau adalah aku yang lain” demikian sang Kyai.

Pernyataan itulah yang kemudian oleh sang sutradara, Anto Galon dijadikan judul video pendek tersebut. Singkat cerita akhirnya ambulans diizinkan melintas dan pasien pun tertolong jiwanya. Tetapi sejumlah netizen menilai dialog yang terjadi lumayan lebay dan menyudutkan umat Islam. Akun Facebook Divisi Humas Polri yang merilis film itu mengundang beragam reaksi dari warganet.

Banyak yang menilai film Kau adalah Aku yang lain’ tendensius. Pada Senin (26/6) sejak diposting pada 24 Juni lalu, film tersebut sudah dibagikan hampir 2.000 kali dan mengundang 1.400an komentar facebookers.

Sangat mendiskreditkan umat islam,” tulis akun Farah Mufarohah di kolom komentar. Sementara itu akun Yoga Sanjaya berkomentar, “TOLONGLAH PAK dipikir dulu kalau bikin film… Emang kalian lupa waktu aksi 212 ada non muslim yang mau nikah dikasih jalan?? Apalagi orang yang kritis… Ada2 ajah neh pemikirannya!”.

Sumber : aktual.com

Komentar Anda

Most Popular

To Top