All for Joomla All for Webmasters
Nasional

1 Juta Guru NU Akan Turun Ke Jalan Tolak Full Day School

baguskali.com

Jakarta, Sekertaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Helmy Faishal menyatakan bahwa sekitar satu juta guru dalam lingkup pendidikan NU akan turun ke Jakarta jika Presiden Joko Widodo tidak membatalkan kebijakan delapan jam belajar lima hari sekolah.

Satu juta lebih guru akan turun ke Jakarta untuk meminta membatalkan kebijakan full day school,” kata Helmy di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis (15/6).

Berikut pernyataan PBNU yang secara tegas menolak adanya kebijakan full day school:

1. Beban kerja guru mencakup kegiatan pokok yaitu merencanakan pengajaran, melaksanakan pembelajaran, membimbing dan melatih peserta didik serta melaksanakan tugas tambahan.

2. Beban kerja guru sebagaimana dimaksud pada ayat 1 adalah sekurang-kurangnya 24 jam tatap muka dan sebanyak-banyaknya 40 jam tatap muka dalam satu minggu, maka kebijakan lima hari sekolah delapan jam belajar di sekolah berpotensi besar kepada jumlah jam mengajar guru di sekolah melampaui batasan yang telah diatur dalam undang-undang yang dimaksud.

3. Lewat kajian mendalam dan pemantauan intensif yang kami lakukan, fakta dilapangan menunjukkan bahwa mayoritas sekolah belum siap dalam rangka menerima kebijakan lima hari sekolah atau delapan jam pelajaran ini, kesiapan itu menyangkut banyak hal antara lain terkait fasilitas yang menunjang kebijakan lima hari sekolah delapan jam belajar full day school.

Baca juga : Mendikbud: Aturan Sekolah 5 Hari Berlaku pada Juli Mendatang

4. Alasan penerapan lima hari sekolah delapan jam belajar yang didasarkan pada asumsi bahwa anak-anak kota yang seharian penuh ditinggalkan oleh orang tuanya sudah dikhawatirkan terjerumus dalam pergaulan bebas, tidak sepenuhnya benar sebab pada kenyataannya kota-kota besar di Indonesia tidak sepenuhnya meninggalkan nilai-nilai agama yang sudah berlangsung selama ini.

5. Tidak semua orang tua peserta didik bekerja sehari penuh utamanya mereka yang di pelosok bekerja sebagai petani dan nelayan yang separuh waktunya dalam sehari tetap waktunya bisa dipergunakan oleh putra-putri mereka belajar tidak Selalu identik dengan sekolah interaksi sosial peserta didik dengan lingkungan tempat tinggalnya juga bagian dari proses pendidikan pendidikan karakter sehingga mereka tidak terjerat dari nilai-nilai adat tradisi dan kebiasaan yang sudah berkembang selama ini.

6. Tindakan menjinalisir bahwa seluruh siswa mengalami masa-masa sendirian ditengah penantian terhadap orang tua mereka yang sedang bekerja adalah keliru jawaban ini beranjak dari mayoritas masyarakat urban dari perkotaan asumsi ini dari pemahaman yang keliru bahwa seluruh orang tua siswa adalah pekerja kantoran padahal jumlah masyarakat perkotaan hanya sejumput saja sisanya Hanya mereka yang bekerja di sektor informal sebagai petani pedagang dan lain sebagainya

7. Mengingat tingginya Gejolak serta keresahan yang terjadi di masyarakat di atas maka dengan ini PBNU meminta kepada presiden untuk mencabut membatalkan kebijakan lima hari sekolah atau full day School.

Helmy menuturkan kebijakan full day school berdasarkan pada Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) tidak sejalan dengan peraturan pendidikan. Helmy menilai, jika kebijakan tersebut benar-benar di berlakukan akan membuat suasana pendidikan menjadi gaduh. Lantaran, terlalu memaksakan peraturan yang tidak sejalan dengan satuan pendidikan nasional.

Kalau pemerintah memaksakan full day school saya kira akan membuat semakin gaduh suasana,” ungkap Helmy.

Lebih lanjut, Helmy menyatakan berharap jika Presiden Joko Widodo tidak membatalkan kebijakan full day school untuk dapat mengganti Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Beberapa daerah sudah mengirim surat kepada kami Jawa Timur, Jawa Tengah, DIY, Lampung, Bengkulu dan Maluku Utara, supaya kita ini mengirimkan surat kepada Presiden dan jika tidak membatalkan untuk mengganti Mendikbud,” tandas Helmy.

Sumber : arah.com

Komentar Anda

Most Popular

To Top