All for Joomla All for Webmasters
Nasional

Kelaparan di Somalia, ACT Kirim Ribuan Ton Beras

baguskali- Berapa jumlah angka kelaparan dan malnutrisi di Somalia hari ini? Mengutip data dari Maria Kasim Menteri Kemanusiaan dan Bencana Somalia, setidaknya ada enam juta penduduk Somalia berada dalam kondisi kepayahan, menunggu makan, mengharap ada bantuan makanan yang bisa mengisi perutnya hari ini.

Hari ini, jelang pekan kedua Bulan Ramadhan tahun 1438 H ada enam juta penduduk Somalia yang dirundung rasa lapar, dirundung bencana malnutrisi paling parah dalam sejarah kebencanaan negeri itu. Tapi ini bukan lapar karena sedang berpuasa, ini bentuk lapar yang lain, lapar karena dihimpit kondisi, kondisi tak ada makanan sama sekali.

Sebab untuk sekadar menemukan makanan berbuka dan sahur saja hampir mustahil untuk didapatkan. Ketika bencana kekeringan parah merebak sejak berbulan-bulan lalu, uang dan pekerjaan sulit ditemukan. Akhirnya hanya lapar yang bisa ditahan.

Tak bisa berdiam diri, ikhtiar Indonesia untuk membantu Somalia yang dirundung rasa lapar sudah tertambat di Pelabuhan Mogadishu Somalia. Sebuah kapal yang mengangkut bantuan beras dari masyarakat Indonesia berhasil merapat di dermaga Pelabuhan Mogadishu Somalia. Kapal itu – atau yang disebut bangsa ini sebagai gerakan Kapal Kemanusiaan – mengangkut kurang lebih 1000 ton beras atau setara dengan sejuta kilogram beras.

Lantas, jika angka kelaparan di Somalia melonjak hingga enam juta penduduk, cukupkah bantuan beras 1000 ton itu?
Alasan inilah yang melatarbelakangi ikhtiar Kapal Kemanusiaan berlanjut. Jauh sebelum Kapal Kemanusiaan tahap pertama bersandar di Pelabuhan Mogadishu Somalia Senin (5/6), upaya pemberangkatan Kapal Kemanusiaan tahap kedua sudah tuntas disiapkan sejak jauh hari.

Melibatkan puluhan ribu empati dari masyarakat Indonesia, persiapan memberangkatkan Kapal Kemanusiaan tahap kedua sudah bergulir sejak beberapa pekan lalu. Dari Provinsi Aceh di barat negeri, empati itu merebak jauh melibatkan masyarakat Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Riau, Bangka Belitung, Jawa Barat, Jakarta, Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, hingga Sulawesi Tengah.

Kepedulian ditularkan luas sekali, dari rumah ke rumah, dari sekolah ke sekolah, dari masjid ke masjid, bahkan lewat obrolan sederhana di warung kopi, atau di sosial media dalam ruang maya.

Kumpulan empati dalam bentuk beras paling banyak terkumpul dari Provinsi Nangroe Aceh Darussalam. “Dari Aceh, InsyaAllah per hari Jumat (9/6) ini ada 138.616 kilogram beras, atau lebih dari 138 ton beras,” kata Husaini Ismail Kepala Cabang Aksi Cepat Tanggap Aceh.

Menyusul jumlah kumpulan beras kedua paling banyak berasal dari Provinsi Sumatera Utara. Ronio Romantika Kepala Cabang ACT Medan mengatakan, beras dari orang Sumatera Utara untuk Somalia sudah terkumpul lebih dari 77.849 kilogram, setara dengan 77 ton beras lebih.

Ikhtiar seantero negeri ini pun menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Hingga tulisan ini diunggah, jika ditotal keseluruhannya, Kapal Kemanusiaan tahap kedua insyaAllah bakal memberangkatkan beras sejumlah lebih dari 319 ton beras.

Ahyudin President Aksi Cepat Tanggap mengatakan, bantuan gelombang kedua ini adalah ikhtiar bersama yang bakal dilayarkan tak lama setelah Kapal Kemanusiaan tahap pertama tiba.

“Sebelum bertemu Syawal, InsyaAllah bantuan Kapal Kemanusiaan tahap kedua akan segera berangkat. Ini adalah kebaikan Bangsa Indonesia. Mereka di Somalia mendoakan, supaya Bangsa Indonesia menjadi bangsa yang kuat. Bangsa yang diberkahi oleh Allah SWT. Bangsa yang tak pernah kekurangan makanan, bangsa yang tak akan pernah merasakan rasa kelaparan,” kata Ahyudin sesaat setelah menyambut Kapal Kemanusiaan tahap pertama di Pelabuhan Somalia Senin (5/6).

Untuk melayarkan Kapal Kemanusiaan tahap kedua, ACT kembali berkolaborasi dengan PT Samudera Indonesia, perusahaan publik yang bergerak dalam bidang pelayaran, transportasi dan logistik skala global.

Bedanya, jika Kapal Kemanusiaan tahap pertama sebulan lalu hanya diberangkatkan dari satu pelabuhan di Tanjung Perak Surabaya, Kapal Kemanusiaan tahap kedua melaju dari sedikitnya tiga pelabuhan, yakni Pelabuhan Belawan Sumatera Utara, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta.

Rencana pelayaran Kapal Kemanusiaan tahap kedua pun sudah dirampungkan. Jika tak ada aral menghalang, InsyaAllah seremonial pemberangkatan Kapal Kemanusiaan tahap kedua akan dilakukan di Pelabuhan Belawan Sumatera Utara di hari Ahad (18/6). Sehari berikutnya, di hari Senin (19/6) kapal akan lepas sauh dari Belawan, berlayar lebih dari 7000 kilometer menuju Somalia. (aul/rel)

Komentar Anda

Most Popular

To Top