All for Joomla All for Webmasters
Sumatera Utara

Paten, Jangan Tiru Dokter Ini, Ikhlaskan Biaya Pengobatan Pasiennya

baguskali.com

Medan, Banyak yang mengatakan jika biaya berobat itu mahal. Namun sosok bersahaja, Prof. dr. Aznan Lelo Ph.D, Sp. FK, membuat biaya berobat tidak jadi kendala bagi warga. Dokter di Medan ini tidak pasang tarif pasien karena ingin membantu. Ia juga rela jika pasien yang datang saat berobat tak membayarnya.

Sejak tahun 1978, ia sudah membuka praktik di rumahnya yang berada di Jalan Puri, Kelurahan Kota Matsum, Kecamatan Medan Area, Kota Medan. Buya, begitu ia biasa disapa, tak memasang papan nama di depan rumahnya sebagaimana biasa dokter membuka praktik.

Buya membuka praktik di rumah mulai pukul 17.30 WIB hingga dini hari, tergantung jumlah pasien. Saat ini pasien yang datang paling sedikit berjumlah 40 orang setiap hari, bahkan kadang bisa mencapai ratusan orang.

Pasien yang datang ke rumah praktiknya, berasal dari berbagai latar belakang, dari mulai penarik becak hingga kalangan menengah keatas. Warga yang ingin datang berobat ke rumah praktik Buya tak hanya berasal dari Kota Medan saja, ada yang berasal dari luar pulau Sumatera hingga mancanegara, seperti Malaysia serta Belanda.

“Ada 3 profesi yang tidak boleh minta tarif. Jika ada yang ingin berguru atau menimba ilmu, meminta nasihat, dan orang sakit mau berobat ,”

Buya berasal dari keluarga sederhana. Ayah dan ibunya hanya seorang penjahit. Namun, ia memiliki niat ingin berguna bagi banyak orang, Buya juga memiliki prinsip yang berbeda dengan orang lain dan itu sudah ia tanamkan sejak kecil.

Selain menjadi dokter, Buya juga seorang Guru Besar di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (USU). Buya memiliki tiga orang anak. Dimana dua orang mengikuti jejaknya dan satu lagi dibidang hukum. Ia juga sering dibantu istri dan anak-anaknya saat membuka praktik.

Saya menikmati seperti ini. Tidak punya utang dan bisa membantu orang banyak sudah lebih dari cukup. Berusaha menjadi pribadi sebaik-baiknya, dan berguna bagi banyak orang. Dokter sekarang diharuskan komersil tapi saya tak mau seperti itu. Jangan tiru apa yang saya lakukan,” tutur Buya.

Meski sudah memasuki usia senja, Buya tetap ingin terus membantu banyak orang. Kini, dua profesi dijalaninya sekaligus yakni menjadi dokter dan dosen.

Sumber : arah.com

Komentar Anda

Most Popular

To Top