All for Joomla All for Webmasters
Nasional

Jawaban Peserta Tamasya Al-Maidah Yang Dinilai Karena Uang

baguskali.com

Peserta Tamasya Al-Maidah beri pukulan telak, terkait aksi yang digelar pada hari-H pencoblosan. Imam, seorang peserta aksi merasa geram jika agenda mengawal sejumlah di TPS dikaitkan dengan uang.

Jadi ya mereka itulah menilai hanya dari uang saja, apa-apa selalu dinilai dengan uang, padahal kita ini yang umat islam ini tidak pernah menilai itu dengan uang, tapi karena rasa ukuwah islamiyah bahwa ketika kita niatnya karena Allah apapun akan terjadi,” jelasnya kepada Arah.com di Tebet Jakarta Selatan, Selasa (18/4).

Bersama umat muslim lainnya, pria asal Surabaya itu mengaki datang ke Jakarta menggunakan biaya pribadi. ¬†“Biaya sendiri-sendirilah, siapa yang mau ngasih, jadi kita urunan, berangkat-berangkat,” jelasnya.

Dalam keterangan yang diberikan, Imam juga mengaku rela meninggalkan berbagai bisnis dan peluang demi aksi ini, sehingga saat ditanyai seputar adanya oknum pembiayaan dirinya mengaku cukup heran.

Kitapun yang sibuk bekerja, kita meninggalkan banyak deal deal bisnis, jadi kita ini bukan pengangguran mungkin mereka nganggep pengangguran yang dibiayai, kita orang bekerja banyak kok rata-rata punya bisnis sendiri,” tegasnya.

Tidak hanya Imam, hal yang senada juga disampaikan oleh Rustam, pengurus masjid Al-Ittihad tempat persinggahan para peserta Tamasya Al-Maidah. Dia mengatakan, dalam penyediaan fasilitas dan konsumsi untuk peserta ia mendapat sumbangan sukarela warga ataupun dari peserta itu sendiri.

Pribadilah kita, nggak dipatok ya seikhlasnya aja, sebungkus dua bungkus nasi juga gapapa,” ujar Rustam kepada Arah.com.

Sebagai informasi yang dihimpun, para peserta Tamasya Al-Maidah ini nantinya tidah semua mengecek TPS hanya sebagian saja. Namun sebagian lagi berkonsentrasi untuk berdzikir dan bertakbir di dalam masjid sekaligus menggelar doa bersama untuk pilkada DKI di putaran kedua.

Sumber : arah.com

Komentar Anda

Most Popular

To Top