All for Joomla All for Webmasters
Islami

Yaa Khumairah. . Ini Pesan Untukmu Wahai Pengajar Wanita

baguskali.com

Pada dasarnya, seorang wanita boleh saja bekerja meski yang lebih utama baginya adalah menetap di rumah jika ia tidak diperlukan untuk bekerja.

Ketika seorang wanita bekerja di luar rumah maka ia diwajibkan untuk berkomitmen dengan rambu-rambu syariat dalam hal keluar, berhijab serta hubungannya dengan lawan jenis.

Nah, ada salah satu pekerjaan yang kebanyakan perempuan menjalaninya, yakni sebagai tenaga pengajar. Sebagai tenaga pengajar memang sangatlah mulia. Hanya, permasalahannya ialah apabila bekerja di sekolah umum tentu bukan hanya perempuan saja yang mengajar melainkan lelaki pun ada di dalamnya. Hingga bercampur baur tidak terelakkan lagi. Inilah yang menjadi kekhawatiran di dalam pergaulan,  yaitu IKHTILAT.

Ikhtilat secara bahasa berasal dari kata ikhtalatha-yakhtalithu-ikhtilathan, maknanya bercampur dan berbaur. Maksudnya bercampurnya laki-laki dan wanita dalam suatu aktifitas bersama, tanpa ada batas yang memisahkan antara keduanya.

Berbeda dengan khlawat yang bersifat menyendiri, ikhtilat terjadi secara kolektif dan bersama. Di mana orang-orang laki-laki dan wanita dalam jumlah yang lebih dari dua orang berbaur dalam suatu keadaan tanpa dipisahkan dengan jarak.

Al-Quran Q.S Al-Ahzab 53 Menyatakan:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَدْخُلُوا بُيُوتَ النَّبِيِّ إِلَّا أَنْ يُؤْذَنَ لَكُمْ إِلَىٰ طَعَامٍ غَيْرَ نَاظِرِينَ إِنَاهُ وَلَٰكِنْ إِذَا دُعِيتُمْ فَادْخُلُوا فَإِذَا طَعِمْتُمْ فَانْتَشِرُوا وَلَا مُسْتَأْنِسِينَ لِحَدِيثٍ ۚ إِنَّ ذَٰلِكُمْ كَانَ يُؤْذِي النَّبِيَّ فَيَسْتَحْيِي مِنْكُمْ ۖ وَاللَّهُ لَا يَسْتَحْيِي مِنَ الْحَقِّ ۚ وَإِذَا سَأَلْتُمُوهُنَّ مَتَاعًا فَاسْأَلُوهُنَّ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ ۚ ذَٰلِكُمْ أَطْهَرُ لِقُلُوبِكُمْ وَقُلُوبِهِنَّ ۚ وَمَا كَانَ لَكُمْ أَنْ تُؤْذُوا رَسُولَ اللَّهِ وَلَا أَنْ تَنْكِحُوا أَزْوَاجَهُ مِنْ بَعْدِهِ أَبَدًا ۚ إِنَّ ذَٰلِكُمْ كَانَ عِنْدَ اللَّهِ عَظِيمًا

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah-rumah Nabi kecuali bila kamu diizinkan untuk makan dengan tidak menunggu-nunggu waktu masak (makanannya), tetapi jika kamu diundang maka masuklah dan bila kamu selesai makan, keluarlah kamu tanpa asyik memperpanjang percakapan. Sesungguhnya yang demikian itu akan mengganggu Nabi lalu Nabi malu kepadamu (untuk menyuruh kamu keluar), dan Allah tidak malu (menerangkan) yang benar. Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (isteri-isteri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka. Dan tidak boleh kamu menyakiti (hati) Rasulullah dan tidak (pula) mengawini isteri-isterinya selama-lamanya sesudah ia wafat. Sesungguhnya perbuatan itu adalah amat besar (dosanya) di sisi Allah

Apabila tempat kerja di sekolah akan menjadikannya bercampur baur tanpa adanya tabir/tirai/batas pemisah dengan para pengajar laki-laki, maka ia tidak boleh bekerja di sekolah dalam keadaan seperti itu. Karena, hal itu akan menyebabkan banyak kerusakan dan diliputi oleh beragam bahaya. Sebab, ikhtilat seorang perempuan dengan seorang lelaki di satu ruangan/tempat secara terus menerus tanpa adanya tabir/batas/tirai pemisah akan menyulitkan keduanya menjalankan perintah Allah dalam hal menundukkan padangan yang telah Allah wajibkan bagi mereka berdua.

Adapun jika tempat kerjanya ia tidak menyebabkan ikhtilat dan pergaulan langsung dengan kaum lelaki dari kalangan pengajar maupun yang lain, maka hal itu tidak mengapa. Meskipun yang lebih utama baginya adalah menetap di rumah, jika ia tidak membutuhkan pendapatan dari pekerjaannya.

Sumber:150 Problem Rumah Tangga yang Sering Terjadi Karya Nabil Mahmud Penerbit Aqwam

                  – beritaislamimasakini.com, berbagai sumber

Komentar Anda

Most Popular

To Top