All for Joomla All for Webmasters
Nasional

Cagub DKI No. 3: IP Tinggi Hanya Antar Sampai Wawancara

baguskali.com

Jakarta, Masa kuliah adalah masa ketika kebebasan untuk berinteraksi begitu luas, tentunya tidak akan terulang kembali. Apalagi jika seseorang sudah lulus kuliah terlebih bekerja dan menikah.

Namun, usia mahasiswa ternyata adalah waktu yang tepat untuk melatih diri. Bagaimana agar bisa menjadi sosok dewasa yang penuh tanggung jawab dan sukses di masa depan.

Hadir di tengah siswa-siswi Sekolah Menengah Atas dalam acara 3 Jalan Sukses Pasca Sekolah, calon orang nomor satu di DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan, menyampaikan bahwa semakin dewasa kesempatan belajar tidak akan seleluasa saat mereka menginjak bangku kuliah.

“Di fase ini, sesudah SMA, adalah fase belajar yang paling bebas. Anda mengatur jadwal sendiri, dan ini periode hidup Anda yang susah diulang,” kata Anies saat memberikan sambutan di Universitas Trilogi, Jakarta Selatan, Jumat, 14 April 2017.

Setelah masuk masa pernikahan, kesempatan belajar sedikit sekali. Ada terus, tapi tidak seleluasa sekarang,” lanjut dia.

Anies juga mengungkapkan alasan selalu mengambil 24 SKS (Satuan Kredit Semester), karena indeks prestasi kumulatif (IPK) hanya mampu mengantarkan seseorang hingga proses wawancara panggilan kerja, tapi di ruang wawancara, pengalaman, kemampuan komunikasi menjadi kunci sukses seseorang untuk memikat hati pemberi kerja.

“Saya selalu bilang pada diri sendiri, saya selalu ambil 24 SKS, 18 di ruang kelas, 6 di luar kelas. IP tinggi baik, penting, tapi IP tinggi hanya antarkan sampai wawancara. Di ruang wawancara bukan IP tinggi lagi, tapi kepemimpinan, enterpreneur skill, komunikasi, sistematis. Dan itu bukan di ruang kelas,” kata dia.

Anies berpendapat bahwa semakin mahasiswa merasa waktunya kurang karena banyak kegiatan itu sebagai latihan untuk mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja dan perannya di masyarakat yang lebih besar.

Ikut organisasi, repot-repotlah atur jadwal. Kalau ada mahasiswa kelebihan waktu, itu Anda ada yang trouble. Kalau mahasiswa sampai kekurangan waktu, itu Anda lagi latihan,” ujarnya.

Anies pun menganalogikan hal tersebut layaknya seorang pemain juggling. Mereka tidak lahir dengan bakat langsung bisa juggling banyak bola. Namun dengan latihan, terbiasa mengelola banyak hal, yang pada akhirnya membuat mereka bisa memperlihatkan hasil yang indah.

Yang enggak biasa, panik pasti terus,” katanya.

Terakhir, Anies berpesan pada generasi penerus bangsa, agar tidak hanya berusaha mencapai mimpi, tapi justru berusahalah melampaui apa yang sudah diimpikan.

Titipan saya tuliskan mimpimu, lalu kerja keras. Jangan untuk mencapai mimpi, Anda kerja keras untuk melampaui setiap mimpi yang Anda tulis,” ujarnya yang disambut tepuk tangan para siswa siswi.

Sumber : viva.co.id

Komentar Anda

Most Popular

To Top