All for Joomla All for Webmasters
Islami

Sedikit Tidur Akan Memperpanjang Umur

baguskali.com

Siapa yang tidak suka tidur? Apalagi jika dalam kondisi lelah karena siang harinya melakukan berbagai aktifitas berat. Mungkin selama ini kita menganggap bahwa tidur selama delapan jam sehari adalah porsi tidur yang ideal untuk mengistirahatkan tubuh. Namun sebenarnya berapa lamakah waktu tidur yang terbaik bagi kesehatan?

Penelitian baru-baru ini mengatakan, tidur selama 8 jam atau lebih jika dilakukan sebagai rutinitas dapat mempersingkat masa hidup. Sebuah studi yang dilakukan kepada lebih dari satu juta orang yang tidur selama 8 jam atau lebih dalam sehari, menunjukkan mereka meninggal di usia yang lebih muda dari rekan-rekan mereka yang tidur dengan rentang waktu lebih sedikit. Mereka yang tidur 6 jam sehari, menurut penelitian dapat hidup lebih lama.

Para ilmuwan di University of California menunjukkan hubungan antara jangka waktu tidur dan tingkat kematian yang tinggi. Namun, tim peneliti belum berhasil mendapat jawaban di balik hubungan keduanya. Tidur 6 atau 7 jam sehari sudah cukup lama. Rentang waktu atau jam tidur yang dibutuhkan oleh tubuh adalah jika Anda dalam kondisi terjaga lalu merasa ingin tidur di siang hari.

Bukankah ini seperti yang telah ditegaskan dalam Al-Quran di banyak ayat-ayatnya saat menerangkan tentang salah satu kebiasaan orang-orang yang bertakwa:

كَانُوا قَلِيلًا مِنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ . وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

Di dunia mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. Dan selalu memohonkan ampunan di waktu pagi sebelum fajar.” (Terjemah QS. Adz Dzariyat:17-18)

Seperti itu juga Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam untuk tidak banyak tidur:

يَا أَيُّهَا الْمُزَّمِّلُ (١)قُمِ اللَّيْلَ إِلا قَلِيلا (٢)نِصْفَهُ أَوِ انْقُصْ مِنْهُ قَلِيلا (٣)أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلا (٤)إِنَّا سَنُلْقِي عَلَيْكَ قَوْلا ثَقِيلا (٥)إِنَّ نَاشِئَةَ اللَّيْلِ هِيَ أَشَدُّ وَطْئًا وَأَقْوَمُ قِيلا (٦)إِنَّ لَكَ فِي اَلنَّهَارِ سَبْحًا طَوِيلا (٧)

Hai orang yang berselimut (Muhammad), bangunlah di malam hari (untuk sembahyang), kecuali sedikit (daripadanya), (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit. Atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan. Sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu perkataan yang berat. Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyu’) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan. Sesungguhnya kamu pada siang hari mempunyai urusan yang panjang (banyak).” (Terjemah QS. Al Muzzammil:1-7)

Sejumlah penelitian menyatakan bahwa serangan jantung umumnya datang setelah pagi hari sampai terbitnya matahari. Kita jadi mengerti hikmah dibalik kenapa Nabi melarang tidur setelah subuh dan mengajarkan kita untuk melewati waktu pagi dengan berdzikir, dan membaca Al-Quran.

Ada lagi penelitian lain yang menjelaskan bahwa bangun di tengah malam itu bermanfaat bagi kesehatan, khususnya bagi jantung. Tidur yang panjang akan merusak dan membahayakan jantung. Jantung terkadang kekurangan oksigen akibat tidur yang terlalu lama, dan karenanya para ilmuwan mengatakan:
Bangun di malam hari, meski hanya satu kali, itu bermanfaat bagi jantung untuk memasok pasokan oksigen yang memadai dan untuk menghindari kematian mendadak.”

Subhanallah. Ini juga telah dikonfirmasikan oleh Al-Quran dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, ketika beliau bangun di malam hari untuk tafakkur dan melakukan shalat malam.

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا

Dan pada sebagian malam, lakukanlah shalat tahajjud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu. Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.” (Terjemah QS. Al-Israa’: 79)

Sumber : pijar.net

Komentar Anda

Most Popular

To Top