All for Joomla All for Webmasters
Nasional

Simak Baik-Baik, Ini Kronologi Penangkapan Sekjen FUI Versi TPM

baguskali.com

Jakarta, Sampai sekarang lima pelaku makar di Aksi 313 pada Jumat (31/3) lalu masih ditahan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Mereka ditangkap karena diduga hendak menggulingkan pemerintahan yang sah.

Menurut Ketua Tim Pengacara Muslim, Ahmad Michdan, dia tahu persis kronologis penangkapan Ustadz Muhammad Al Khathtath dan empat pelaku lainnya. Kejadian bermula saat Al Khatahth menyelesaikan wawancara di salah satu stasiun televisi pada Kamis malam 30 Maret 2017, sekitar jam 22.00 WIB.

Ketika itu, Al Khaththath menuju ke hotel Kempinski dan sampai hotel Jumat dini hari jam 00.00 WIB. “Kemudian sekitar pukul 01.00 WIB, datang manajer hotel mengetuk pintu kamar Al Khaththath. Manager hotel itu menyampaikan ada yang ingin bertemu dengan Al Khathtath. Beliau (Al khaththath) sudah tahu jika itu polisi. Karena telah merasa dibuntuti sejak lama,” beber dia di Tebet Timur Utara, Jakarta Selatan, Senin (3/4).

Saat itu kata dia polisi menangkap Al Khaththath dengan tuduhan makar. Namun Al Khaththath tak langsung begitu saja menuruti kemauan polisi. Al Khaththath menanyakan surat penangkapan dirinya namun kepolisian tak dapat menunjukkannya, dan tetap membawa Al khaththath ke Mako Brimob, Depok.

Lalu pada pukul  07.30 WIB, Michdan ditelepon Al Khaththath dengan maksud menyampaikan penangkapan itu. Michdan diminta untuk mendampingi pemeriksaan. “Ustadz Al Khaththath juga menyampaikan dia menolak tanda tangan surat penangkapan. Karena tak merasa melakukan makar,” ujarnya.

Baca juga : Polri ‘Ngeles’ Penangkapan Aktivis 313 Dibuat-Buat

Kemudian tepat Jam 09.00 WIB, Michdan sampai di Mako Brimob, namun dihadang oleh petugas penjaga. Bahkan petugas sempat mengatakan tidak ada penangkapan. “Petugas penjaga menyampaikan kepada saya, katanya Wallahi tak ada yang ditangkap malem ini, tetapi taya tetap ngotot. Tak mungkin itu,” ujarnya.

Kemudian pada pukul 11.00 WIB, kepala penjagaan di Mako Brimob Depok datang dan baru dapat mengizinkan Michdan masuk untuk menemui Al Khaththath. Kemudian Michdan meminta izin agar Al Khaththath dapat melakukan solat Jumat.

Usai Solat Jumat, jam tiga baru diperiksa, sampai setengah dua pagi, karena Al Khaththath keberatan untuk tanda tangan surat penangkapan, maka kami ajukan penangguhan penahanan. Tapi polisi mengabaikan surat kami,” ujarnya.

Sumber : jawapos.com

Komentar Anda

Most Popular

To Top