All for Joomla All for Webmasters
Nasional

Ketua Komisi III DPR BamSoet Disebut-Sebut Oleh Saksi Ini Dalam Sidang E-KTP

baguskali.com

Jakarta, Ketua Komisi III DPR, Bambang Soesatyo tak terima namanya dibawa-bawa dalam sidang dugaan korupsi proyek kartu tanda penduduk berbasis elektronik atau e-KTP.

Nama Bambang, sempat disebut mantan anggota Komisi II DPR Miryam S. Haryani ketika diperiksa oleh penyidik KPK.

Karena ketika itu penyidik sangat ramah dan sopan. Kami pun semua koperatif. Setelah diminta keterangan, dikonfirmasi bahkan dikonfrontir, semua berjalan normal saja. Sesuai dengan prosedur atau tata cara pemeriksaan dan hukum acara,” ujar pria yang akrab disapa Bamsoet dalam keterangan yang diterima JawaPos.com, Kamis (23/3).

Menurut Bamsoet, dalam pemeriksaan itu juga tidak ada paksaan atau tekanan apalagi ancaman dari penyidik KPK. Bahkan pada saat diminta memberikan kesaksian, semua terekam CCTV.

Jadi saya agak ragu kalau kemudian Miryam mengatakan dirinya diancam dan ditekan oleh penyidik KPK. Karena semua yang terjadi di ruang pemeriksaan itu akan terekam dengan baik,” katanya.

Sebelumnya, mantan Anggota Komisi II DPR Miryam S Haryani tampak sesegukan di hadapan majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta dalam sidang dua terdakwa korupsi proyek e-KTP, Irman dan Sugiharto. Politikus Partai Hanura itu mencabut semua berita acara pemeriksaan (BAP) terkait penerimaan uang sejumlah pihak karena mengaku diancam penyidik KPK Novel Baswedan dalam proses penyidikan.

Saya diancam Pak, sama penyidik. Itu yang terjadi, Pak. Saya diancam sama penyidik tiga orang. Seingat saya yang satu namanya Pak Novel, yang satu Damanik. Mereka bilang, ibu 2010 tuh mestinya udah saya tangkap. Abis itu saya ditekan. Kata Pak Novel begitu, Pak,” kata Miryam sembari sesegukan menjawab pertanyaan Hakim Franky Tambuwun di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (23/3).

Tak percaya dengan keterangan Miryam, Hakim Franky lantas membacakan beberapa keterangan dalam BAP. Di antaranya soal Miryam pernah terima uang sebesar Rp 50 juta dan permintaan pimpinan komisi II DPR untuk mengkoordinir penerimaan uang anggota komisi dari pengusaha.

Baca juga : Bagi-Bagi ‘Fulus’ E-KTP, Orang Dekat Ketua DPR Ini Resmi Jadi Tersangka Oleh KPK

Ini jawaban penyidik atau anda?” Tanya Hakim Franky.

Untuk menyenangkan mereka (penyidik), Pak. Saya jawab asal aja,” ujar Miryam.

Saya diancam (penyidik) ibu terima uang? Tidak. Kata Pak Novel, saya pernah panggil Aziz Syamsudin dan Bambang Soesatyo, mereka sampai mencret-mencret. Saya terpaksa ngomong asal aja, Pak,” tambah Miryam.

Akhirnya, Ketua Majelis Hakim John Halasan Butarbutar bertanya kepada Miryam apakah akan benar-benar mencabut BAP. “Ibu akan cabut semua?” Tanya Hakim John. “Iya. Yang berkaitan dengan penerimaan,” jawab Miryam.

Sumber : jawapos.com

Komentar Anda

Most Popular

To Top