All for Joomla All for Webmasters
Nasional

Diancam Penyidik KPK, Politisi Hanura Ngarang Cerita di BAP

baguskali- Mantan anggota Komisi II DPR dari Partai Hanura, Miryam S. Haryani mengaku bahwa keterangannya saat diperiksa oleh penyidik KPK hanya karangan dan bukan sesuai fakta yang dia ketahui.

“Iya hasil pemikiran saya saja. Itu (BAP) hanya untuk menyenangkan mereka (penyidik),” kata Miryam saat berbicara sebagai saksi untuk tersangka mantan pejabat Kemendakri, Irman dan Sugiharto di Pengadilan Tipikor, Jakarta, hari ini.

Dalam dakwaan Irman dan Sugiharto, Miryam disebut menerima Rp 5 miliar untuk memuluskan proyek e-KTP pada 2012 lalu. Miryam yang saat ini duduk di Komisi V itu merupakan anggota Komisi II DPR periode 2009-2014 dan ikut membahas proyek pengadaan e-KTP.

Miryam mengaku berbicara tidak sesuai fakta pada pemeriksaan itu lantaran proses penyidikan oleh penyidik KPK sangat tidak menyenangkan. Bahkan, dia mengaku ada ancaman dari penyidik.

“Saya ditekan-tekan, saya tertekan, baru duduk ngomong gini, ibu seharusnya pada tahun 2010 sudah ditangkap,” kata Miryam. Karena itulah, dia mengaku memberikan kesaksian asal-asalan dan mau menandatanginya BAP dengan terpaksa.

“Saya pusing Pak Ketua. Saya sekadar baca sedikit saja, karena pemeriksaannya lama, soal isinya saya sudah blank,” tuturnya.

Menurutnya dalam pemeriksaan itu dia sudah sangat lelah dan tertekan karena dalam pemeriksaan tersebut dia sering ditinggal-tinggal oleh penyidik, bahkan hingga dua sampai tiga jam.

Ketua Majelis Hakim, Jhon Halasan Butar-butar mempertanyakan risiko saat Miryam telah menandatangani BAP namun keterangan dalam BAP sesungguhnya tidak benar.

“Saya tahu, artinya saya menyetujui, tapi waktu itu saya dalam tekanan, saya capek Pak,” Jawabnya. “Saya Cabut BAP saya pak. Saya tadi sudah ngomong diancam-ancam dan ditekan oleh penyidik pak,” tambahnya.

Anggota majelis hakim, Emilia Djaya Subagdja, menyusul pertanyaan, “Apakah Miryam memberikan jawaban di atas sumpag?”

“Tidak disumpah,” jawabnya singkat. “Tidak ada (tekanan fisik), tapi kalau ngomong ngancam-ngancam itu ada,” jawabnya. (rimanews.com)

Komentar Anda

Most Popular

To Top