All for Joomla All for Webmasters
Islami

Umar Bin Khattab, Abu Ubaidah, Muadz, Dan 400 Dinar

baguskali.com

Imam Ath Thabrani meriwayatkan dalam kitab Al Kabir bahwa Khalifah Umar Ibnul Khattab Radhiyallahu’anhu mengambil uang 400 dinar (setara Rp 800 juta) dan memasukkannya ke dalam kantong seraya berkata kepada pembantunya,

“Antarkan ini kepada Abu Ubaidah bin Al-Jarrah, dan tunggu beberapa saat sampai engkau melihat apa yang dilakukannya.”

Berangkatnya pembantu itu ke rumah gubernur Abu Ubaidah radhiyallahu’anhu di Syam dengan membawa uang sebanyak 400 dinar. Sesampainya di sana, pembantu khalifah menjumpai sahabat yang mulia Abu Ubaidah bin Al-Jarrah seraya berkata, “Ada pesan dari Amirul Mukminin untukmu, gunakan uang ini untuk keperluanmu.”

Abu Ubaidah berkata, “Semoga Allah menurunkan keberkahan dan rahmatNya kepada Umar.”

Abu Ubaidah yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutnya sebagai amiinu hadzihil ummah / kepercayaan umat ini, memanggil pembantunya kemudian berkata,

“Pergilah kamu kepada si Fulan, berikan dia 7 dinar, si Fulan sekian, si Fulan sekian…” dan seterusnya, sampai habis 400 dinar kiriman Amirul Mukminin.

Kembalilah pembantu khalifah ke Madinah dan menceritakan apa yang dilihatnya atas diri Abu Ubaidah Ibnul Jarrah. Beberapa saat Amirul Muminin mengambil kembali uang sebesar 400 dinar dan menugaskan pembantunya untuk menyerahkannya kepada sahabat yang mulia Muadz Ibn Jabal radhiyallahu’anhu di Yaman dengan pesan yang sama seperti yang dilakukannya terhadap Abu Ubaidah.

Berangkatlah pembantu khalifah itu menjumpai muadz ibn jabal, menyerahkan uang itu sambil menyampaikan pesan Khalifah Umar. Sesaat kemudian, sahabat yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutnya sebagai orang yang paling mengetahui halal dan haram ini, memanggil pembantunya dan berkata,

“Pergilah kamu ke rumah si fulan berikan ini, si fulan berikan ini…” dan seterusnya, sampai habis uang 400 dinar itu.

Istri sahabat mulia ini berkata, “Saya juga orang miskin, berilah saya dari apa yang diberikan oleh Amirul Mukminin kepadamu.” Ternyata masih tersisa 2 dinar di kantong itu dan Muadz memberikannya kepada istrinya.

Pembantu khalifah kembali dan menjumpai Amirul Mukminin sambil menceritakan apa yang dilihatnya. Khalifah meneteskan air mata seraya berkata,

“Keduanya melakukan perbuatan itu karena merasakan bahwa sesungguhnya sebagian mereka adalah saudara bagi yang lain….”

Sumber : pijar.net

Komentar Anda

Most Popular

To Top